Desa Tanah Bawah Andalkan Ubi,Padi,dan Sawit

Admin
Desa Tanah Bawah Andalkan Ubi,Padi,dan Sawit
Foto:Faisal

BANGKA, BABELREVIEW -- Sektor pertanian merupakan satu diantara potensi unggulan yang memberi kontribusi paling besar terhadap pemasukan PAD (Pendapatan Asli Desa) Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. Dengan bentangan luas yang mencapai 3.267 Ha, hampir seluruh wilayah Desa Tanah Bawah dimanfaatkan masyarakat untuk bertani dan berkebun.

Data yang dihimpun oleh Babel Review , 75 persen dari keseluruhan wilayah Desa Tanah Bawah dimanfaatkan untuk bertani yakni 43 Ha untuk area persawahan, 800 Ha untuk ladang, 1390 Ha untuk perkebunan sawit, 215 Ha hutan dan 1 Ha untuk waduk dan perairan, sehingga hampir seluruh masyarakat Desa Tanah Bawah berprofesi menjadi petani sebagai sumber pencaharian.

Holidi, Kepala Desa Tanah Bawah menyatakan komitmennya mendukung upaya warga dan kelompok tani dalam melaksanakan program-program pemerintah desa. Untuk itu, segala kebutuhan yang diperlukan dengan tujuan mengembangkan potensi sektor pertanian sebisa mungkin diupayakan realisasinya oleh pemerintah desa.

Baca Juga:Pemdes Pinang Sebatang Dukung Budidaya Ikan Air Tawar

“Potensi desa yang bersumber dari alam diharapkan kelangsungannya bisa dikembangkan secara maksimal agar bisa memberi manfaat untuk perkembangan dan pembangunan desa,”ujarnya. Ia mengatakan, potensi desa yang dikembangkan menjadi komoditas utama di desa yang ia pimpin adalah padi, sawit dan ubi. 

“Pemerintah Desa Tanah Bawah melakukan pengembangan tiga komoditas utama penunjang perekonomian warga dan PAD dari sektor pertanian, yakni padi, sawit dan ubi,” paparnya. Ia menjelaskan, untuk komoditi sawit pemerintah desa melalui BUMDes mengelola 750 batang pohon sawit di lahan seluas 6 Ha milik desa. Dengan hasil produksi mencapai 5 ton/bulan menjadikan komoditi sawit sebagai sumber PAD terbesar di Desa Tanah Bawah.

“Selain itu, hasil dari komoditi padi juga sangat menjanjikan. Seluas 43 Ha persawahan milik warga bisa menghasilkan 8 ton padi setiap 1 Ha lahan dengan panen hingga 2 kali dalam setahun. Hasil tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Desa Tanah Bawah,” paparnya.

Kades menambahkan, untuk komoditi ubi sekarang masih dalam upaya pengembangan. Sebagian warga sudah mulai menanam pohon ubi untuk dijual ke pabrik di Kecamatan Puding. Dengan waktu panen yang relatif singkat serta harga beli dari pabrik lumayan tinggi, membuat sebagian warga mulai beralih ke ubi sebagai sumber penghasilannya.

“Dari potensipotensi tersebut dalam pengembangnnya perlu adanya campur tangan pemerintah dan masyarakat desa. Untuk itu sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa harus benar-benar tanpa batas. Masyarakat juga harus berperan aktif agar proses pengembangan potensi desa tidak setengah-setengah,” jelas Holidi.

Kades mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mendukung serta ikut andil dalam pembangunan desa ke arah yang lebih baik lagi. “Komoditi itu ibarat pondasi, sudah ada di depan mata, tinggal bagaimana proses pembangunannya dan keterlibatan semua pihak untuk mewujudkannya.

Saya harapkan setiap program kebijakan yang dilakukan pemerintah desa bisa memberi manfaat untuk kehidupan yang akan datang sehingga menjadi tonggak perubahan untuk kemajuan desa, sesuai dengan visi desa yakni “menjadikan Desa Tanah Bawah sebagai teladan pengembangan pangan lokal sebagai sumber penunjang ekonomi”,”tandasnya. (BBR)

Selanjutnya


Penulis  :  Faisal 
Editor    :  Sanjay
Sumber  : Babel Review