Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia

Kusuma Jaya
Desa Terong, Desa Wisata Kreatif Kelas Dunia
Salah satu objek wisata yang dimiliki Desa Terong Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (dok babelreview)

BELITUNG, BABELREVIEW.CO.ID -- Desa Terong. Nama desa ini sudah tak asing lagi bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Pulau Belitung. Apalagi lokasi Desa Terong ini tidak begitu jauh dari pusat kota, sekitar 16 kilometer saja.

Dan yang lebih menarik pehatian lagi, DesaTerong terletak di apit oleh banyak lokasi wisata antara Kota Tanjung Pandan hingga ke Desa Tanjung Binga, yang merupakan lokasi favorit bagi wisatawan nusantara maupun mancnegara.

Kini Desa Terong disebut sebagai Desa Wisata Kreatif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sebutan ini bukan asal-asalan saja, ini terbukti dari produk-produk dari Desa Terong yang sudah berkelas, bukan hanya nasional tapi mendunia.

Saat mengunjungi Pulau Belitung pada Jumat (5/2/2021) lalu, Menparekraf Sandiaga Uno, kepincut juga untuk menikmati keindahan Desa Terong.

Selain ingin menikmati beragam suguhan paket wisata di sini, Sandiaga Uno juga ingin berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Motor penggerak ekonomi kreatif disini adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Kelompok ini mengemas paket wisata di Desa Terong dengan edukasi kearifan lokal, seperti wisata edukasi menanam sawi, menari dan sebagainya, yang memberdayakan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Desa wisata yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Tanjung Pandan ini, mulai dirintis pertama kali pada tahun 2013. Dimulai dengan menanamkan perubahan pola pikir masyarakat, selama 3 tahun.

Hingga mereka siap menerima perkembangan dunia dan dilanjutkan dengan diadakannya pelatihan demi pelatihan dan pembangunan hingga tahun 2019.

Lokasi yang digunakan untuk pusat kreativitas warga Desa Terong adalah bekas tambang timah masyarakat. Masyarakat bersama-sama berswadaya secara manual selama dua tahun untuk mengembalikan lahan menjadi lebih bermanfaat.

Terdapat tiga HKm yang masuk dalam perhutanan sosial sebagai program awal di Kabupaten Belitung. HKm Bukit Tembalu, HKm mangrove dan HKm Hutan Tembalu. Selain mengelola Madu Trigona, HKm tersebut juga mengelola mangrove hingga agrowisata.

"Setelah kunjungan Bapak Menteri, tentunya akan berdampak besar terhadap apa yang akan kami lakukan," ungkap Ketua Pokdarwis Desa Terong, Iswandi.

Pada kesempatan bertemu pelaku ekonomi kreatif di Desa Terong, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di masa pandemi.

Misalnya, dengan mempermurah ongkos kirim bagi para pelaku ekonomi kreatif, sehingga bisa membangkitkan kembali pemasaran.

Lebih lanjut dikatakan Bang Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno ini, sebanyak 97% lapangan pekerjaan tercipta dari ekonomi kreatif dan 60% dari ekonomi Indonesia, juga dari mereka para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kita harus saling mendukung dan saya berharap sinergi ini bisa saya dukung, Insya Allah," tegasnya. (BBR)