Dewan Minta Pemprov Tingkatkan Bantuan Beasiswa Bagi Mahsiswa Babel di Luar Daerah

Kasmirudin
Dewan Minta Pemprov Tingkatkan Bantuan Beasiswa Bagi Mahsiswa Babel di Luar Daerah
Amri Cahyadi. (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABLEREVIEW.CO.ID -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel), telah menyelesaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggran (RKUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD Bangka Belitung 2021. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara pimpinan DPRD dengan Gubernur Babel, Jum'at (2/10/2020).

Sebelumnya, Bagan Anggaran (Banggar) DPRD Babel juga telah menyetujui usulan pemerintah daerah yang disampaikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan banyak catatan-catatan, di antaranya dalam hal pencapaian sasaran dan strategi pembangunan 2021.

Plt. Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengatakan, pihaknya menambahkan klausul salah satunya dalam hal peningkatan kesempatan pendidikan, dengan meningkatkan bantuan beasiswa pendidikan berprestasi kepada mahasiswa Babel di luar daerah.

"Kita tidak hanya berfokus kepada kewenangan kita di tingkat SMA saja, kita juga harus fokus dan dukung kualitas pendidikan untuk masyarakat Babel khususnya pasca SMA, yakni berupa bantuan beasiswa pendidikan berprestasi. Jadi alokasi beasiswa pendidikan berprestasi itu kami tingkatkan tidak hanya untuk mahasiswa yang ada di Pulau Bangka dan Belitung. Namun juga yang berada di luar Babel," katanya kepada awak media.

Selain untuk meningkatkan pencapaian prestasi mahasiswa Babel. Dengan bantuan itu, Amri juga berharap dapat membantu orangtua mahasiswa yang kemungkinan besar terpengaruh pembiayaannya dikarenakan faktor Covid-19.

"Dengan jumlah yang kita tambah itu, kita juga minta diatur pembagian kuota per wilayahannya. Misalkan, Sumatera bagian Selatan kuotanya berapa, kemudian kuota untuk DKI berapa, kuota untuk Jawa Barat berapa, serta Jawa Tengah. Nah, nantinya para mahasiswa ini bersaing di kota-kota masing-masing," jelasnya.

Lanjut Amri, pihaknya mengambil kebijakan ini, karena adanya keluhan mahasiswa yang ada di luar Babel. Di daerah tertentu ada yang merasa tidak pernah mencicipi atau merasakan manfaat dari program beasiswa berprestasi pemerintah daerah ini.

"Kami juga menekankan untuk SOP-nya dipermudah bagi mereka yang ingin mengajukan beasiswa ini, karena sekolah mereka jauh di luar daerah.  Tetapi harus melampiri rekap nilai yang ditandatangani aslinya oleh ketua jurusan, maka ini kesulitannya bagi mahasiswa kita yang mau melakukan ini namun terpaksa pulang dan saat ini di Bangka karena pandemi. Mereka harus balik dulu ke kampusnya kemudian baik lagi nyerahin itu, jadinya tidak efektif. Itu pun belum tentu dapat, maka kita minta di zaman kini dipermudah dengan  kirim email saja," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Diko Subadya

Editor   : Kasmir