Di Atas Aliran Sungai Ini, Sanipa Bersama Dua Anaknya Bertahan Hidup

Ahada
Di Atas Aliran Sungai Ini, Sanipa Bersama Dua Anaknya Bertahan Hidup
Sanipa dan dua anaknya terpaksa tinggal di pondok di atas Siring air aliran Sungai di Jalan Sungai Nayu Dusun 4 Desa Rajik Kecamatan Simpang Rimba Bangka Selatan ini. (Kulul)

SIMPANG RIMBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Keterbatasan ekonomi membuat Sanipa bersama dua anaknya harus tinggal di atas Siring air aliran Sungai di Jalan Sungai Nayu Dusun 4 Desa Rajik Kecamatan Simpang Rimba Bangka Selatan.

Wanita paruh baya ini menjadi buruh di kebun karet para tetangganya untuk menyambung hidup. Anak tertua laki-laki yaitu Dewa (20) membantu mencari nafkah untuk biaya hidup mereka.

Sedangkan si bungsu Ling Ling (11) hanya tinggal di dalam rumah, karena sekarang sudah putus sekolah.

Mereka hanya bertiga bertahan hidup di sebuah gubuk pinggir sungai. Suami dari Sanipa ini sudah tidak ada lagi.

Praktis tulang punggung diambil alih oleh wanita berusia 53 tahun ini.

Informasi dari Sahabat JCA (Juanda Central Anugrah),  saat mereka melakukan program Jumat Sedekah yang merupakan kunjungan ke-215 Rumah, sahabat JCA berkesempatan mengunjungi kediaman Sanipa.

"Ngaret inilah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ngaret punya orang, seminggu hanya dapat 20 kg an, batangnya tidak banyak, dibeli harga 4800/kg dan berbagi dengan yang punya batangnya," ujar Sanipa kepada sahabat JCA

Juanda, owner JCA mengatakan bahwa berdasarkan keterang Sanipa bahwa mereka tinggal ditempat ini  sejak awal tahun 2020. Dan  untuk penerangan mereka  menyambung dari tetangganya.

"Alhamdulillah gratis, sebelumnya ngontrak, karena nggak mampu lagi bayar jadi buat pondok-pondokan disini. Jadilah untuk tempat tinggal dan nggak mikir biaya ngontrak" ujar Sanipa.

Wanita ini berterimakasih atas kunjungan Sahabat JCA dan mendoakan Sahabat yang ikut berpartisipasi dalam program Jumat sedekah ini.

Sementara itu Juanda mengatakan Program JCA Jumat sedekah ini akan terus dilaksanakan, namun program JCA Sabtu Berbagi Pakaian dan JCA Ahad Literasi masih dihentikan sampai situasi membaik.

Juanda mengatakan bahwa sumber dana program JCA Jumat sedekah berasal dari setiap pembelian Accecories di Konter JCA Simpang Rimba. Pembeli otomatis sedekah Rp 1.500 dan Hamba-hamba Allah yang ikut berbagi.

"Di tengah wabah Covid-19 ini, JCA mengajak untuk saling membantu antar sesama dan selalu melindungi diri dengan menggunakan masker, physical distancing dan melawan Covid 19 dengan cara-cara yang telah dianjurkan oleh pemerintah", ujarnya

Juanda juga mengucapkan terimakasih kepada sahabat JCA, Ar Razin Water dan Hamba-hamba Allah yang ikut berbagi dan berpartisipasi dalam program-program Sahabat JCA, Semoga menjadi ladang pahala dan keberkahan untuk kita semua. (BBR)
Laporan: Kululsari
Editor: @hada