Di Atas Jembatan Pahlawan 12, Ratusan Warga Pangkalpinang Antusias Melihat Gerhana Bulan

Bangahada
Di Atas Jembatan Pahlawan 12, Ratusan Warga Pangkalpinang Antusias Melihat Gerhana Bulan
Tepat pukul 19.50 WIB, penampakan gerhana bulan (blood moon) dari atas Jembatan Pahlawan 12 Kecamata Rangkui Kota Pangkalpinang, Rabu (26/5/2021). (fierly)
Warga yang melintas di Jembatan Pahlawan 12 turut berhenti dan menyaksikan antusias fenomena gerhana bulan, Rabu (26/5/2021). (fierly)
Warga yang melintas di Jembatan Pahlawan 12 turut berhenti dan menyaksikan antusias fenomena gerhana bulan, Rabu (26/5/2021). (fierly)
Suasana komunitas Fotografer Bangka Belitung Island (FBI) saat berburu foto gerhana bulan ( Super Blood moon), Rabu (26/5/2021). (fierly)
Suasana komunitas Fotografer Bangka Belitung Island (FBI) saat berburu foto gerhana bulan ( Super Blood moon), Rabu (26/5/2021). (fierly)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Seperti masyarakat Indonesia lainnya, tidak ketinggalan masyarakat di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga turut menyaksikan fenomena gerhana bulan total berwarna merah (super blood moon), Rabu (26/5/2021) malam.

Di hampir semua wilayah di Kota Pangkalpinang, seluruh fase gerhana bulan bisa dilihat dengan jelas. Hanya saja pada pukul 19.19 WIB, bulan sempat tertutup awan. Namun seelah itu, proses tahapan gerhana bulan bisa terlihat dengan jelas.

Kejadian fenomenal dan langka ini diabadikan oleh komunitas Fotografer Bangka Belitung Island (FBI) di sekitar Mendara Kota Pangkalpinang.

Tampak masyarakat juga ikut menyaksikan proses mulai terjadi gerhana hingga berakhirnya gerhana bulan tersebut.

Ratusan warga tampak antusias menyaksikan gerhana bulan ini, bahkan sejumlah warga tampak asyik menghentikan kendaraan mereka di atas Jembatan Pahlawan 12.

Dari atas jembatan yang melintas di Kolong Retensi Kacang Pedang Pangkalpinang ini, gerhana bulan terlihat jelas.

Gerhana Bulan adalah suatu fenomena dimana cahaya matahari terhalang  bumi sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bulan. Ini merupakan fenomena langka.

Gerhana Bulan Total terjadi pada saat posisi matahari-bumi-bulan berada sejajar sehingga posisi bulan masuk ke umbra bumi.

Pada dasarnya, bulan merupakan benda langit yang mengorbit mengitari bumi. Selain bintang, benda langit lainnya tak dapat memancarkan cahaya sendiri, akan tetapi hanya memantulkan cahaya matahari saja, seperti halnya bulan.

Saat fenomena gerhana bulan terjadi, Bulan-Bumi-Matahari berada pada satu garis lurus, yang membuat cahaya matahari tidak sampai ke bulan karena terhalang bumi, sehingga permukaan bulan pun tertutup umbra (bayangan bumi).

Itulah mengapa bulan menjadi terlihat gelap atau seolah menghilang pada saat terjadi gerhana bulan total. (BBR)
Laporan: Fierly
Foto: Fierly