Di Bangka Selatan Belum Banyak Warga Paham New Normal, Simak Penjelasan Wawan Ini

Ahada
Di Bangka Selatan Belum Banyak Warga Paham New Normal, Simak Penjelasan Wawan Ini
Wawan Febrian. (andre/babelreview.co.id)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Setelah pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh daerah di Indonesia yang membuat beberapa daerah memutuskan untuk menerapkan lockdown hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kini masyarakat dikenalkan dengan istilah New Normal.

Secara umum, pengertian New Normal merupakan pola hidup baru dimana masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya, namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Akan tetapi, di lapangan banyak masyarakat yang kurang memahami tentang New Normal itu sendiri.

Banyak masyarakat yang memaknai New normal sebagai aktivitas normal, namun mengabaikan protokol kesehatan.

Salahsatu masyarakat asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Wawan Febrian meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ataupun Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Basel memberikan informasi secara detail tentang ' New Normal '.

 " Memang, pengertian New Normal secara umum bisa kita cari di internet ataupun di media. Namun secara rinci perlu diperjelas lagi agar masyarakat tak ambigu, " imbuhnya.

Rincian New Normal yang dimaksud, sambung Wawan apa saja yang telah bisa dilakukan di masa new normal dan apa yang belum bisa dilakukan di masa new normal.

"Misalnya, apakah pelaku usaha seperti rumah makan, cafe sudah bisa dibuka normal lagi, ataupun apakah orang sudah bisa menggelar hajatan seperti nikahan, khitanan hingga acara lainnya yang bersifat mengumpulkan orang banyak, " sebutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena fakta dilapangan masyarakat sering bertanya tanya tentang apa yang telah bisa ataupun masih belum bisa dilakukan di masa new normal.

"Jangan sampai karena ketidaktahuan masyarakat justru membuat kasus positif Covid-19 semakin parah dan tentunya hal ini membuat penerapan New Normal itu menjadi kesalahan yang sangat fatal, " katanya.

Menurutnya, penerapan New Normal memang membutuhkan kerja sama yang baik antara masyarakat dengan Pemerintah dalam hal ini Tim Gugus Tugas.

 " Kita tidak bisa pasrah dengan Covid-19.Virus ini akan selalu ada, akan tetapi kita bisa menjaga diri sendiri agar tak tertular Covid-19, " bebernya.

Tinggal bagaimana kita bisa beraktivitas seperti biasa ditambah mengikuti protokol kesehatan serta peran pemerintah yang selalu siaga bila ada masyarakat yang terpapar Covid-19.

" Sebenarnya protokol kesehatan yang di himbau pemerintah merupakan pola hidup sehat yang sudah lama diajarkan orangtua kita dulu.Seperti cuci tangan, hidup bersih tinggal ditambah penggunaan masker saja, " bebernya.

Diakuinya, Covid-19 tidak perlu ditakuti secara berlebihan hanya perlu waspada saja. Akhir akhir ini di Indonesia khususnya di Babel banyak kasus pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Kesadaran masyarakat sangat diperlukan dalam penerapan New Normal. Misalnya jika dirinya merasa pernah berkontak langsung dengan orang yang terpapar Covid-19 segera melapor ke petugas kesehatan.

"Jika habis bepergian dari luar daerah harus berdiam diri dirumah untuk jangka waktu tertentu, hingga kesadaran masyarakat jika merasa kurang enak badan atau merasa memiliki gejala mirip Covid-19 agar tak keluar rumah dulu, " tutupnya. ( BBR)
Laporan: andre