Di Payung, Ramadhan Tahun Ini Adem dan Hening

Ahada
Di Payung, Ramadhan Tahun Ini Adem dan Hening
Ilustrasi. (Ist)

PAYUNG, BABELREVIEW.CO.ID --Tahun ini Ramadhan benar-benar terasa berbeda dari tahun sebelumnya.

Yang biasanya masjid-msjid ramai oleh jamaah yang taraweh dan tadarusan, kini sepi dari aktivitas ibadah.

Untuk tahun ini ibadah banyak dilakukan di rumah masing-masing. 

Kegiatan diluar rumah yang biasanya selalu dilakukan dengan melibatkan orang banyak, tahun inipun  harus dihindari.

Bahkan keramaian belanja takjil yang biasanya menjadi tradisi di kota maupun di kampung-kampung.

Apa yang sebenarnya terjadi? Ramadhan tahun ini dihadapi dengan keprihatinan dan kewaspadaan pada covid-19 yang sedang mewabah. 

Suasana berbeda ini juga terjadi di Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan. Suasana Ramadhan kali ini jauh  beda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Selaku umat muslim ada beda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu tarawih, biasanya di laksanakan di masjid, namun sekarang  di rumah masing-masing dengan keluarga. Intinya kita di sini ikuti aturan protokoler pemerintah," jelas Nur Azmi, salah satu warga Kecamatan Payung.

Senada disampaikan Camat Payung, Zainudin. Ia mengungkapkan bahwa Ramadhan tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya.

"Ramadhan kali ini adem, hening tak seramai tahun sebelumnya. Sementara yang sholat tarawih di desa-desa ada yang di rumah, ada juga dilaksanakan di masjid atau mushalla.  Hanya saja menurut info yang kami dapat, di Payung  taraweh dilaksanakan di  rumah masing-masing. Sedangkan desa lain ada yang dilaksanakan  di Masjid dan Musholla,  tapi ada yang mengurangi jumlah rekaatnya, dan ada yang tertutup untuk orang luar," jelas Zainudin.

Demikian juga dengan Pasar Ramadhan yang biasanya di gelar  berjejer di pinggiran jalan simpang tiga depan Koramil, menurut Zainudin, sekarang penjualnya menurun dan hanya di lakukan di depan rumah, namun tetap menggunakan masker.

Hal ini juga di sampaikan oleh Nur Azmi bahwa masyarakat tetap jualan seperti biasanya yaitu jualan  kue jajanan pasar.

Namun tidak seramai tahun sebelumnya dan penjual hanya boleh berjualan di depan rumahnya masing-masing.   

Menurut Nur Azmi,  turunnya daya  pembeli karena keadaan pendemi covid yang membuat masyarakat Kecamatan Payung selalu waspada.

"Bila tahun sebelumnya masyarakt desa sekitar Payung sengaja belanja untuk menu berbuka di Pasar Payung, namun sekarang sepi, kalau pun ada hanya sekedar jalan-jalan  sore," imbuh Nur Azmi

Meskipun suasana pandemi belum tahu entah kapan berakhir, namun setiap muslim berusaha menjalani ibadah puasa dengan hikmat.

Bahkan ibadah secara personal ini terkadang membuat insan sadar, bahwa kita begitu kecil di hadapan sang Khalik. Selamat melaksanakan ibadah puasa (BBR)
Laporan: Kulul Sari