Di Tengah Pandemi Corona, Pengantin Baru Ini Terpaksa Berpisah Sementara

Ahada
Di Tengah Pandemi Corona, Pengantin Baru Ini Terpaksa Berpisah Sementara
Sepasang pengantin yang baru saja menikah menemui Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Mikron Antariksa, minta bantu bisa berangkat ke Jakarta, Sabtu (25/4/2020). (Istimewa)
PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Di tengah pandemi covid-19 ini banyak memunculkan kisah suka maupun duka.
Keterbasan sosial yang sudah berlangsung selama dua bulan ini, telah mempengaruhi segala lini kehidupan masyarakat. 
Tidak saja dampak ekonomi yang ambruk dimasa pandemi ini. Namun tatatan sosial dan emosional juga kerapkali harus ikut jatuh mengikuti irama pembatasan sosial yang telah berlaku secara nasional.
Setidaknya dampak pembatasan sosial sedang dirasakan oleh pasangan pengantin baru ini.
Belum satu hari menikmati indahnya pernikahan, Fikri dan Tya harus berpisah untuk sementara waktu.
Sang suami, Fikri harus balik ke Jakarta karena tugas yang tak bisa ditinggalkan.
Sebagai Tenaga Radiologi di OMNI Hospital Pulomas, keahlian Fikri sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi saat ini.
Tinggallah Tya. Belum genap satu hari menjadi pengatin, Tya melepas pujaan hatinya ini kembali bertugas ke Jakarta. Sementara Tya harus sabar menunggu di Kota Pangkalpinang.
Meski sedih, namun ketabahan dan keteguhan Tya terlihat saat mendampingi suami tercinta ketika mereka mendatangi Posko GTPPC-19 Provinsi Kepulauan Babel, Sabtu (25/4/2020) siang.
Kedatangan sepasang pengantin yang baru saja menikah Sabtu (25/4/2020l pagi sekitar pukul 10.00 WIB di Kampung Keramat Pangkalpinang tersebut, untuk menemui Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Mikron Antariksa.
Beruntung saat itu, kedatangan pengantin baru ini ke posko bisa bertemu  langsung dengan Mikron Antariksa.
Kedatangan pasangan pengantin ini  untuk mohon supaya dibantu bisa diberangkatkan ke Jakarta.
"Iya. Pengantin baru ini datang ke Posko. Pengantin pria harus balik ke Jakarta. Sehingga Ia minta dibantu bisa berangkat ke Jakarta. Mengingat kondisi penerbangan yang ditutup sejak tanggal 24 April lalu, pengantin pria minta tolong bisa berangkat ke Jakarta," ujar Sukma, Tim Humas/Media GTPPC-19 Provinsi Babel.
Dimasa pandemi ini, sang mempelai pria harus kembali bertugas ke Jakarta , tepatnya sebagai Tenaga Radiologi di OMNI Hospital Pulomas dan sangat dibutuhkan disana.
Sementara kapal menuju Jakarta hanya ada pada sore Pukul 16.00 WIB saja. 
Sungguh sebuah pengorbanan yang mengharukan, kedua insan yang baru saja resmi sebagai suami-istri terpaksa berpisah karena tugas dan keadaan. 
"Kita doakan semoga pengorbanan sepasang pengantin baru ini, membuahkan kebahagiaan hakiki untuk mereka kelak, aamiin," ujar Sukma. (*/BBR)
Laporan: @hada