Diduga Pungli, Oknum Ketua RT di Desa Nibung Minta Jatah Uang Lelah Rp 50 Ribu Kepada Penerima BLT DD

faisal
Diduga Pungli, Oknum Ketua RT di Desa Nibung Minta Jatah Uang Lelah Rp 50 Ribu Kepada Penerima BLT DD
foto dan video:faisal

KOBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemotongan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) oleh oknum Ketua RT terjadi di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Bangka Tengah. Pelaku diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta Rp 50 ribu kepada setiap warga yang menerima bantuan.

Hasil penelusuran Babel Review di lapangan, enam warga Dusun Jongkong 6 membenarkan adanya permintaan uang lelah yang diminta oleh RT sebesar Rp 50 ribu.

"Memang benar, sebelum uang diterima, kami warga terlebih dahulu dimintai uang lelah secara sukarela namun dipatok sebesar Rp 50 ribu,"ujar Romaila, salah satu perwakilan warga Dusun Jongkong 6 yang menerima BLT DD.

Dikatakan Romaila, Ia bersama warga lainnya pun memutuskan untuk memberikan uang sebesar Rp 50 ribu. Karena ketua RT berdalih kalau mengurus BLT DD ini tidak dapat apa-apa.

Kades Nibung, Roni menyampaikan saat ini pihaknya bersama Bhabinkamtibnas sedang bersama warga jongkong 6 guna memastikan kembali adanya informasi pungli yang terjadi di wilayahnya.

"Sekarang kami sedang berada di rumah penerima BLT DD guna memastikan secara langsung ada atau tidak pemotongan yang dilakukan oknum RT tersebut,"ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Bateng Dapil 1 Koba Lubuk dari PPP, Apri Panzupi mengatakan, jika memang benar terbukti ada salah satu oknum RT di Desa Nibung yang konon memungut uang lelah yang diambil dari BLT DD, jelas merupakan tindakan yang tidak terpuji dan melanggar hukum.

"Jika terbukti, ini jelas tindakan yang sangat tidak terpuji. Apalagi dilakukan oleh perangkat pemerintahan yang notabenenya punya gaji dari APBD, kami harapkan adanya pembinaan dari dinas terkait,"pungkasnya. (BBR)