Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Narkoba, Kapolsek Simpang Rimba Dicopot

kasmirudin
Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Narkoba, Kapolsek Simpang Rimba Dicopot
Wakapolres Basel Kompol Febriandi Haloho. (Foto: Andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Terkait dengan penangkapan terduga penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Simpang Rimba, beberapa waktu lalu membuat pihak Polres Bangka Selatan (Basel) angkat bicara.

Wakapolres Basel Kompol Febriandi Haloho seizin Kapolres Basel membenarkan, bahwa Polsek Simpang Rimba telah menangkap  empat orang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Senin (24/6/2019) lalu.

"Dari empat orang tadi, Polsek Simpang Rimba hanya mengamankan dua orang saja. Lalu, kedua orang atas nama Aguan dan Ahen dibawa ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Pangkal Pinang, " jelas Wakapolres didampingi Kabag Ops dan Kasatresnarkoba, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, perkara ini diserahkan polres untuk ditangani. Disana kan terdapat ada beberapa ketidaksesuaian antara tersangka yang diamankan awal dengan yang diserahkan ke kasat narkoba. Lalu propam turun, pada saat itu Kapolsek, Edison Toha dicopot.

"Dicopotnya jabatan Kapolsek Simpang Rimba, AKP Edison Toha pada waktu itu karena dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugas. Lanjutan dari kasus tersebut, kepolisian kemudian melaksanakan dua kali gelar perkara secara internal dan eksternal di Polda Bangka Belitung," jelasnya.

Menurutnya,  Polri tidak segan-segan memberikan tindakan kepada anggota atau oknum polisi yang menyalahgunakan kewenangannya.

“Saat ini bisa dilihat, sekarang kapolsek lama sedang menunggu sidang kode etik. Karena terkait dengan profesi di Polda Bangka Belitung,” tutupnya. (BBR)


 

Penulis  : Andre
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review