Dinsos Pangkalpinang Libatkan Masyarakat Dalam Mendeteksi Bencana dan Konflik Sosial

kasmirudin
Dinsos Pangkalpinang Libatkan Masyarakat Dalam Mendeteksi Bencana dan Konflik Sosial
Dinas Sosial dan PPPA Kota Pangkalpinang, menggelar kegiatan Penguatan Masyarakat di Daerah Rawan Bencana dan Konflik Sosial Tahun 2019 yang diikuti 100 peserta perwakilan setiap kelurahan se-Kota Pangkalpinang, di Ruang Pertemuan Dinas Sosial PPA Kota Pangkalpinang, Rabu (16/10/2019). (Foto: Gusti)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang, menggelar kegiatan Penguatan Masyarakat di Daerah Rawan Bencana dan Konflik Sosial Tahun 2019.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 100 peserta perwakilan setiap kelurahan se-Kota Pangkalpinang, di Ruang Pertemuan Dinas Sosial PPA Kota Pangkalpinang, Rabu (16/10/2019).

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, M. Sopian mengatakan, Pemkot Pangkalpinang ingin melibatkan masyarakat untuk melakukan pemantauan terkait konflik sosial dan bencana alam.

"Konflik ini akan terjadi baik itu di bidang ideologi, politik, budaya bahkan keagamaan. Seandainya ada masukan atau ajakan salah yang bertentangan, kami mengajak para tokoh masyarakat untuk melakukan pemantauan dan deteksi rawan konflik secara dini, sehingga dapat diatasi", kata Sopian.

Sopian berharap, setelah kegiatan ini, kedepannya masyarakat Pangkalpinang dapat terpelihara baik kerukunan bermasyarakat, beragama dan kerukunan nilai NKRI.

"Harapan kita masyarakat yang menjadi peserta dapat berperan aktif, para peserta ini sebagai pion-pion pemantau apabila ada konflik sosial di masyarakat," harap Sopian.

Kepala Dinas Sosial PPPA, Rika Komariah mengatakan, peserta ini merupakan perwakilan setiap kelurahan di daerah rawan bencana dan konflik sosial di Pangkalpinang.

"Ketika ada bencana kebakaran, ataupun banjir, baik secara psikis dan fisik mereka tahu langkah-langkah apa yang harus mereka lakukan," kata Rika.

Ia juga menyebutkan, untuk Kota Pangkalpinang masih tergolong jarang terjadi konflik sosial, namun pihaknya terus mempersiapkan diri.

"Kami terus berupaya memberikan pemahan baik sosialisasi, pendekatan dan pembentukan kelurahan siaga bencana. Terkait mengenai bencana kita juga dibantu oleh Tagana," ujarnya. (BBR)


Penulis  : Gusti
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review