Direktur RSUD DH Bantah Adanya Dugaan Penyimpangan Pembelian Oksigen

Kasmirudin
Direktur RSUD DH Bantah Adanya Dugaan Penyimpangan Pembelian Oksigen
Konferensi pers bantahan Direktur RSUD DH di Gedung Manajemen RSUD DH Pangkalpinang, Kamis (25/2/2021). (Foto: Gusti Randa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Direktur Rumah Sakit Umum Depati Hamzah (RSUD DH) Kota Pangkalpinang, dr M. Fauzan, membantah adanya dugaan penyimpangan pembelian oksigen, seperti yang dilaporkan oleh mantan honorer RSUD DH, Hendra ke Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Babel).

Fauzan menjelaskan, untuk penyedia oksigen pihaknya bekerja sama dengan PT Igas, kemudian apabila tabung oksigen tidak dapat digunakan secara maksimal kepada pasien Covid-19, maka sisa oksigen didalam tabung tetap dikeluarkan.

“Untuk pengisian oksigen ke pihak PT Igas sisa tabung oksigen harus dikosongkan dahulu, agar tekanannya sesuai saat diisi. Yang dilihat itu tekanannya bukan liternya," jelas Fauzan saat konferensi pers di Gedung Manajemen RSUD DH Pangkalpinang, Kamis (25/2/2021).

Ia mengatakan, pihaknya menyiapkan persediaan oksigen sebanyak 200 tabung, dengan harga Rp 70 ribu per tabung. yang digunakan selama dua bulan.

“Kalau kondisi mesin pendeteksi oksigen itu berbunyi, otomatis oksigen sudah tidak terbaca oleh mesin dan harus diganti. Apabila ada sisa tekanan oksigen biasanya perawat akan menandai atau menulis sisa oksigen," ujarnya.

Fauzan menambahkan, mantan honorer RSUD DH Pangkalpinang, Hendra sebelumnya bertugas sebagai pengantar tabung oksigen ke setiap ruangan.

“Untuk gaji honorer yang diterima sebesar Rp 1,65 juta, namun dipotong Rp 49.500 sesuai prosedur untuk BPJS Ketenagakerjaan sesuai kesepakatan," katanya.

Dalam laporan itu, Hendra mantan honorer RSUD DH Pangkalpinang ini juga mempertanyakan pembagian honor insentif Covid-19.

Fauzan menjelaskan, mantan honorernya ini bukan petugas tenaga kesehatan, yang langsung menangani para pasien Covid-19 di RSUD DH Pangkalpinang.

"Tugasnya hanya mendorong dan mengantarkan tabung oksigen ke ruang depan, ruang karantina dan tidak mendapatkan honor Covid-19. Kalau ada ruangan ada yang membutuhkan oksigen, maka Hendra bertugas untuk mengantarkan oksigen itu," ujarnya.

Namun, dengan adanya laporan itu pihaknya akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Apabila  laporan itu ditindaklanjuti oleh Kejati Babel, kami akan memberikan keterangan kepada penyidik, sesuai dengan permasalahan yang dilaporkan," tutupnya. (BBR)


Penulis : Gusti Randa

Editor   : Kasmir