Disdik Bateng Dorong SMPN1 Koba Tambah Kuota Murid

kasmirudin
Disdik Bateng Dorong SMPN1 Koba Tambah Kuota Murid
SMPN 1 Koba yang menjadi rebutan para orangtua yang ingin memasukan anaknya.(Foto: Faisal)

KOBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupten Bangka Tengah khususnya Kecamatan Koba diwarnai polemik, puluhan orang tua murid mengeluh. Karena anaknya tidak mendapatkan kursi di SMPN 1 Koba, yang notabenenya merupakan satu-satunya SMP Negeri di Kecamatan Koba.

Di sisi lain, orang tua murid enggan untuk memasukan anaknya ke sekolah swasta, lantaran biaya yang mahal dibandingkan dengan sekolah negeri

Dalam upaya menyelesaikan polemik tersebut, pihak Dinas Pendidikan Bangka Tengah, DPRD dan para pihak sekolah khususnya di Kecamatan Koba melakukan pertemuan guna mencari jalan yang tidak merugikan satu sama lain atau win-win solution.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, P Sihombing mengatakan sesuai Permedikbud bahwa tidak boleh menambah ruang belajar di SMP Negeri. Sehingga pihaknya mendorong untuk menambah kuota siswa dalam satu ruang belajar.

"Seperti yang terjadi di SMPN 1 Koba yang kita dorong pihak sekolah untuk menambah kuota murid yang biasanya dalam satu ruangan diisi 33 murid ditambah menjadi maksimal 38 murid. ada enam ruang, sehingga mampu menampung 22 murid yang sebelumnya tidak mendapatkan kursi," ujarnya, Kamis (23/7/2020).

Ia menerangkan, jika belum masih ada yang tertampung pihaknya dan DPRD sepakat mendistribusikannya ke SMP terdekat lainnya, seperti ke SMP Muhammadiyah dengan membantu mensubsidikan operasional pendidikan. Sehingga diupayakan murid bisa bebas biaya pendaftaran, gedung dan SPP layaknya sekolah negeri.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi mencermati tingginya minat orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri, karena biaya pendidikan yang murah. Jadi solusi yang ditawarkan juga tidak mengesampingkan peran sekolah swasta.

"Anak-anak yang tidak masuk ke sekolah negeri (SMPN 1 Koba) kita dorong untuk ke sekolah swasta (SMP Muhammadiyah Koba) namun dibantu dengan subsidi biaya pendidikan melalui pos APBD di dinas pendidikan yang akan DPRD anggarkan,"ujarnya, Kamis (23/7/2020)

Ia menyampaikan, kebetulah SMP Muhammadiyah Koba tahun ini mengeluarkan program unggulan yakni program untuk siswa yang dibebaskan biaya pemdaftaran dan biaya gedung sehingga anak-anak yang belum diterima di SMPN1 bisa didaftarkan di SMP Muhamadiyah.

"Minat orangtua anak yang cenderung ke SMP Negeri karena SMP swasta tidak bisa menggratiskan biaya SPP, untuk itu kami memberikan solusi dengan mendorong Dinas Pendidikan untuk mengeluarkan pos APBD untuk biaya operasional SMP Muhammadiyah. Sehingga mereka bisa melakukan penerimaan tanpa uang pendaftaran dan uang gedung serta uang SPP yang rencananya akan dibebaskan seperti SMP Negeri," tutupnya. (BBR)


Penulis : Faisal

Editor   : Kasmir 

Sumber : Babel Review