Diserang Virus Corona, Omset Pelaku UMKM di Basel Merosot

Kasmirudin
Diserang Virus Corona, Omset Pelaku UMKM di Basel Merosot
Produk UMKM Bangka Selatan ambruk dihantam Covid-19. (Foto: Andre)

BANGKA SELATAN, BABELREVIEW.CO.ID -- Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) merupakan satu dari sekian aspek yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Mulai dari UMKM yang memasarkan produk makanan maupun barang, banyak yang mengalami penurunan omset.

Tak terkecuali para pelaku UMKM yang berada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Meski kasus pasien positif Covid-19 di Negeri Junjung Besaoh ini sedikit, nyatanya pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM merosot.

Salah satu pelaku UMKM di Basel yang merasakan dampak pandemi Covid-19 terhadap usahanya yakni Nur. Warga Toboali ini mengakui sejak Maret lalu omset dagangannya turun.

“Kebetulan saya jualan keripik tempe yang biasanya banyak dibeli masyarakat, apalagi saat Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha,” katanya.

Diakuinya, pandemi Covid-19 yang dimulai pada Maret atau lebih tepatnya sebelum hari lebaran membuat omsetnya menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

“Kalau laku alhamdulillah masih laku, tapi tidak sebanyak waktu lebaran tahun lalu. Masyarakat tidak begitu antusias menyambut hari lebaran, karena takut terkena Covid-19. Jadi rata-rata tidak banyak menyiapkan makanan dan minuman saat hari lebaran," ucapnya.

Selain itu, sambungnya kondisi ekonomi masyarakat yang menurun juga membuat lebaran tahun ini tidak semeriah tahun tahun sebelumnya.

“Tentunya kita semua berharap pandemi ini cepat berakhir, ekonomi masyarakat dapat pulih kembali sehingga pelaku UMKM seperti kami bisa terbantu lagi,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (DTKTKUKM), Haris Setiawan mengakui, bahwa pandemi Covid-19 berdampak besar bagi masyarakat tak terkecuali pelaku UMKM.

  • Halaman
  • 1
  • 2