Disetop Sementara Pembangunan Rumah Duka di Semabung Lama, Ini Alasannya!

Ahada
Disetop Sementara Pembangunan Rumah Duka di Semabung Lama, Ini Alasannya!
Warga Jalan Batu Nirwana RT 003 RW 001 menggelar pertemuan bersama Lurah Semabung Lama dan Camat Bukit Intan Pangkalpinang, terkait penolakan pembangunan Rumah Duka, Jumat (5/6/2020). (Gusti/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --- Lurah Semabung Lama bersama Camat Bukit Intan melaksanakan audiensi bersama masyarakat Jalan Batu Nirwana RT 003 RW 001, Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, Jumat (5/6/2020).

Pertemuan ini terkait penolakan pembangunan rumah duka di dekat kawasan Perkuburan Sentosa Kelurahan Semabung Lama.

Rapat unsur pemerintah kelurahan dan kecamatan bersama masyarakat tersebut menghasilkan kesepakatan penghentian sementara aktivitas pembangunan rumah duka.

Permasalahan penolakan pembangunan rumah duka dikarenakan tidak adanya sosialisasi, baik itu dari pihak yayasan ataupun dari pihak Kelurahan Semabung Lama, serta tidak adanya tandatangan persetujuan dari warga setempat.

Supriyadi warga Kelurahan Semabung Lama ini mengatakan, dirinya tetap menolak dengan adanya bangunan tersebut, karena tidak pernah memberi tahu bahkan mensosialisasikan kegiatan itu.

"Saya tetap menolak adanya bangunan itu. Coba lihat ! Bangunan itu berhadapan dengan rumah saya, " ucapnya.

Tak hanya itu, Rio merupakan warga setempat juga menyampaikan, dirinya sempat menandatangani persetujuan tersebut, namun pihak RT menyebutkan lokasi itu hanya akan dibangun pagar ataupun gudang.

"Ya, mereka bilang akan dibangun pagar dan gudang maka dari itu saya berani tandatangan," tuturnya.

Usai rapat tersebut, Camat Bukit Intan, Efran saat diwawancarai menyampaikan, pembangunan rumah duka sudah mengantongi izin IMB, namun dalam hal ini ada masyarakat di sekitar yang tidak menyetujui.

"Nanti persoalan ini akan dirapatkan sesuai dengan mekanisme maupun aturan ke pihak terkait baik itu dari PUPR maupun KPPT Kota Pangkalpinang," ucapnya.

Efran mengatakan, pihaknya akan turun ke lapangan untuk melihat penolakan masyarakat seperti apa dan akan dilihat sesuai dengan aturan yang ada.

"Mulai hari ini rencana pembangunan rumah duka kita berhentikan sampai persoalan ini selesai," sebutnya.

Ia menambahkan, terkait persoalan ini, pihaknya tetap mengutamakan dan menjunjung tinggi nilai-nilai hukum yang berlaku.

Kedepanya, kata Efran, akan melibatkan elemen-elemen masyarakat, tokoh agama untuk meluruskan permasalahan ini.

"Persoalan ini akan dibawa ke atas dan akan dirumuskan, untuk mengambil langkah-langkah yang dibenarkan secara hukum dan aturan yang berlaku," ucapnya. (BBR)
Laporan: Gusti Randa