Ditanya Peluang Bisnis Rapid Test Dan Swab, Direktur RS KIM: Tidak Mikirin Keuntungan

Ahada
Ditanya Peluang Bisnis Rapid Test Dan Swab, Direktur RS KIM: Tidak Mikirin Keuntungan
RS KIM. (ilustrasi)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Terkait kesan adanya peluang bisnis rapid test atupun tes swab, Direktur RS Kalbu Intan Medika dr Hendry Jan mengatakan, saat ini rumah sakit yang ia pimpin melayani rapid test bagi masyarakat yang ingin melakukan rapid test mandiri.

Pelayanan rapid test mandiri tentunya tidak gratis. 

Hendry Jan mengungkapkan di RS KIM biaya rapid test kurang lebih sebesar Rp 300 ribuan dan saat ini Ia mengungkapkan pihaknya juga bekerjasama dengan Traveloka dan maskapai penerbangan Citylink.

"Sementara  ini kita masih rapid test aja. Selain melayani rapid test mandiri untuk masyarakat, kita juga bekerjasma dengan Traveloka dan Citylink, para penumpang itu  sudah dibayarain sama maskapainya," katanya.

"Kalau harga kami ikut instruksi dari Gubernur Babel. Memang secara tertulis tidak ada, tapi sebelumnya kita sudah menggelar pertemuan," ungkapnya.

Menanggapi isu yang beredar mengenai rapid test yang dinilai sebagai ajang bisnis oleh sejumlah pihak, hal ini dibantah oleh Hendry Jan.

Ia mengatakan khusus pihaknya, pelaksanaan rapid test ini bertujuan murni untuk mendeteksi dan memutus mata rantai Covid-19.

"Hingga saat ini kami sudah melakukan rapid test kurang lebih seribu rapid test, terhitung sejak awal Mei 2020 lalu," ujarnya.

Hendri Jan mengaku pihaknya tidak memikirkan keuntungan dari program rapid test mandiri ini.

"Kami sih gak mikirin keuntungan pak. Ini bentuk partisipasi kami sebagai pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam Penanganan Covid-19. Bahkan kami juga bekerjasama dengan BUMN. Kami membantu melakukan rapid test, biasanya alat langsung dari mereka," pungkasnya. (BBR)

Laporan: Diko S
Editor: @hada