Ditanya Soal  Penanganan Covid-19 di Mendobarat, Camat Lempar  ke Posko Kabupaten

Ahada
Ditanya Soal  Penanganan Covid-19 di Mendobarat, Camat Lempar  ke Posko Kabupaten
Boy Yandra (kiri), Hismunandar (tengah), Fauzi Jumal (kanan)
"Informasi satu pintu lewat gugus tugas kabupaten. Hubungi  Boy Yandra... Saya tidak berani sudah ada bagi tugas"
Camat Mendobarat, Hismunandar

"Untuk di kecamatan, wewenangnya camat. Jadi kalau di Mendobarat, Hismunandar"
Juru Bicara Posko Tugas Gugus Bersama Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra

"Mestinya Camat Mendobarat ini harus belajar dengan Camat Belinyu agar paham dan bagus bagaimana tangani covid19 ini"
Pegiat Sosial dan Aktivis LSM, Fauzi Jumal

 
MENDOBARAT, BABELREVIEW.CO.ID--Informasi seputar penanganan dan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka terkesan tertutup.  
Padahal sebagai salah satu kecamatan terluas (614.37 KM persegi), dengan 15 desa dan 47 ribu lebih jiwa penduduk, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang cepat, layak dan akurat.
Terlebih sebagai wilayah penyangga dengan lalu lintas yang cukup aktif yang membentang dari Desa Kace Timur hingga Desa Zed, berpotensi terjadinya percepatan penyebaran Covid-19.
Belum lagi frekuensi  keluar masuk orang yang tergolong tinggi, dampaknya semakin sulit dikontrol jika tak ditangani secara bersama, sepenuh hati dan terbuka.
Celakanya, informasi yang diperoleh media pun sangat terbatas.
Satu-satunya sumber yang mempermudah kerja media adalah pihak Puskesmas Petaling.
Melalui Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Puskesmas Petaling yang sekaligus Kepala Puskesmas Petaling, dr Nanky Probo Ayu Prawiro Sunu, cukup proaktif memberikan informasi.   
Sementara pihak kecamatan selaku ujung tombak penangan dan  pencegahan Covid-19 di tingkat kecamatan, terkesan enggan memberikan informasi dengan dalih setiap informasi terkait Covid-19 di Kecamatan Mendobarat harus lewat Posko Tugas Gugus Bersama Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka.
"Informasi satu pintu lewat gugus tugas kabupaten. Hubungi  Boy Yandra," kata Camat Mendobarat Hismunandar, Kamis (30/04/2020) malam melalui pesan WA, saat ditanya siapa yang berkompeten dihubungi oleh media untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat terkait wabah Covid-19 di Kecamatan Mendobarat.
Ketika dikejar dengan pertanyaan apakah setiap informasi terkait Covid-19 di Mendobarat harus melaui Posko Tugas Gugus Bersama Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka?
"Coba tanya ke dia (Boy Yandra). Karena dia jubirnya. Saya tidak berani, (karena) sudah ada bagi tugas," kilah Hismunandar.
Komentar Hismunandar pun ba gai menepuk air di dalam dulang.
Sebab selaku pimpinan di tingkat kecamatan, faktanya ia  yang paling berwenang memberikan informasi terkait wabah Covid-19 di Kecamatan Mendobarat.
Ketika dikonfirmasi,  Posko Tugas Gugus Bersama Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka, menyatakan pihak kecamatan (Camat) diberikan wewenang untuk memberikan informasi ke media terkait pandemi wabah Covid-19 dalam wilayah Kabupaten Bangka.
"Untuk di kecamatan, wewenangnya camat. Jadi kalau di Mendobarat, Hismunandar," jelas Juru Bicara Posko Tugas Gugus Bersama Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, Jumat (01/05/2020).
Terpisah, pegiat sosial sekaligus aktivis LSM, Fauzi Jumal,  menyesalkan sikap tertutup Camat Mendobarat Hismunandar.
"Dia (Hismunandar) ini juga kesannya kurang responsif. Kita masyarakat ini sangat butuh informasi terkait wabah Covid-19 ini. Kalau dengan media sudah tertutup, kami masyarakat ini mau dapat informasi dari mana lagi," sesal Fauzi yang akrab disapa Agung ini.
Agung yang berdomisili di Desa Kace ini mengungkapkan, penanganan pencegahan Covid-19 di Mendobarat juga terkesan amburadul.
"Khususnya soal bantuan terhadap masyarakat terdampak, juga tidak jelas. Di kecamatan lain camatnya gesit sekali. Belinyu contohnya. Coba belajar dengan Camat Belinyu yang gesit memantau dan turun langsung membantu masyarakatnya. Mestinya Camat Mendobarat ini harus belajar dengan Camat Belinyu agar paham dan bagus bagaimana tangani covid19 ini," beber 'orang dekat' bupati ini.
Agung juga mengungkapkan,  wilayah Mendobarat yang cukup luas dan memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi, memerlukan kerja ekstra dengan mengerahkan segenap sumber daya agar kecamatan tersebut tetap menjadi zona hijau.
Namun faktanya, lanjut Agung, ada yang terkesan tidak serius dan terkesan ada pembiaran terhadap pergerakan orang yang keluar masuk ke dan dari  wilayah Mendobarat.
"Contoh rilnya begini. Kemaren ada satu warga Desa Mendo yang Rapidnya reaktif. Ya kita tahu rapid reaktif belum tentu corona. Tapi paling tidak semestinya warga di Desa Mendo dan sekitarnya (Payabenua, Labuh Air Pandan) yang kategori desa terdalam dan secara tidak langsung sudah terisolasi dengan sendirinya oleh faktor alam, akan aman dari wabah corona jika cara pemantauan dan penanganan pergerakan orangnya dilakukan secara serius dan benar," beber Agung.
Agung berharap agar ke depan penangan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Mendobarat akan lebih serius dan terbuka serta harus  melibatkan segenap pihak. (BBR)
Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin