Ditanya Soal Pengerukan Muara Air Kantung, Bupati Mulkan Sebut Jangan Sampai Investor Kapok

Admin
Ditanya Soal Pengerukan Muara Air Kantung, Bupati Mulkan Sebut Jangan Sampai Investor Kapok
Foto: IST

SUNGAILIAT BABELREVIEW.CO.ID --Menyikapi keputusan Pemerintah Daerah terkait keringanan pajak yang diminta oleh pihak PT Pulomas Sentosa, Bupati Bangka Mulkan mengajak semua pihak bersabar menunggu hasil evaluasi dan kajian yang dilakukan oleh tim verifikasi inspektorat.

Ketika ditanya awak media, apakah untuk pengerukan Alur Muara Air Kantung Jelitik nantinya akan dibuat sistem lelang ke pihak ketiga, pihaknya menjawab bahwa ada kemungkinan diberlakukan sistem tersebut.

"Kalau memang seandainya nanti ada beberapa perusahaan yang berminat melakukan pengerukan alur muara itu, kita bisa buatkan sistem lelang untuk pengerjaan pengerukan alur muara air kantung. Karena sistem lelang akan membuat semuanya lebih transparan dan fair. Kami lebih cenderung dengan sistem lelang, siapa yang berani lebih tinggi membayar nilai pajaknya itu nantinya menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD," tegas Mulkan, Sabtu (7/9/2019).

Sementara itu saat disinggung mengenai adanya ASN yang terlibat dalam pusaran PT. Pulomas Sentosa, Bupati Bangka Mulkan SH MH menegaskan bahwa tidak ada aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangka yang turut bermain dengan perusahaan swasta yang saat ini melakukan pengerukan alur muara di Jelitik (PT. Pulomas Sentosa red.).

"Saya rasa tidak ada ASN di Pemkab Bangka yang turut bermain di perusahaan itu. Kita dari pemerintah ini hanya sekedar mendukung daripada operasional dari PT Pulomas Sentosa tersebut," tuturnya.

Menurutnya itu suatu tindakan wajar jika terdapat dukungan dari peran pemerintah daerah tapi bukan bersifat personal. Dalam hal ini sudah seharusnya investor harus dilindungi dan diberikan kepastian hukum."Jangan sampai investor merasa kapok dan tidak ingin berinvestasi di Kabupaten Bangka, ini bisa menyebabkan nilai buruk jika kita tidak bisa memberikan kepastian hukum," pungkasnya. (ibnu/BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Ahada
Sumber : Babel Review