Ditanya Soal Rezeki, Tukang Pangkas Rambut Ini Bikin Kita Keki

kasmirudin
Ditanya Soal Rezeki, Tukang Pangkas Rambut Ini Bikin Kita Keki
Nasir sedang memotong rambut konsumenya di Kios Pangkas Rambut Suramadu, Air Itam Pangkalpinang, Minggu (20/5/2018). (Foto: kusuma)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- Tangan Nasir (51) menari-nari di atas kepala seorang remaja. Saat tangan kanannya memegang gunting, tangan kiri Nasir lincah memainkan helaian rambut remaja ini.

Di tangan Nasir, perpaduan serasi gunting dan sisir yang menguraikan rambut ini mampu memberikan hasil yang memuaskan bagi konsumen Pangkas Rambut Suramadu.

Beragam permintaan potongan model rambut tidak masalah bagi Nasir. Pengalaman puluhan tahun di negeri asalnya Madura, telah memberi ketenangan Nasir dalam mengolah potongan rambut, di kios Pangkas Rambut Suramadu di Air Itam Pangkalpinang ini.

"Kita siap saja permintaan konsumen. Tetapi biasanya kebanyakan mereka minta dirapikan saja," ujar Nasir.

Selama bulan puasa ini, Nasir mengaku terpaksa kerja sendiri. Pasalnya rekan kerjanya Cepri sejak awal puasa sudah mudik ke Madura.

"Kita gantian saja mudiknya. Kebetulan Pak Cepri sudah 8 tahun tidak pernah puasa di Kampung," ujar Nasir.

Mengais rezeki di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, bagi Nasir sangat mengesankan. Selain masyarakat yang ramah, para konsumennya mulai dari anak-anak hingga dewasa di sini, tidak cerewet dan tidak banyak permintaan yang aneh-aneh.

"Kita kerja disini nyaman Pak. Konsumen kita anggap keluarga, kita layani dengan maksimal, sehingga mereka puas," tukas Nasir.

Untuk satu konsumen, sedikitnya diperlukan waktu 30-45 menit bagi Nasir untuk menyelesaikan potongan rambutnya. Semakin rumit model rambut, maka waktu yang diperlukan lebih lama. Tetapi, jika hanya minta potongan ala tentara, cukup 30 menit sudah selesai.

Tarif yang dikenakan kepada konsumen juga tidak mahal. Untuk dewasa, Kios Pangkas Rambut Suramadu ini mematok tarif Rp 20.000, sedangkan untuk anak-anak hanya Rp 15.000. "Harga ini untuk semua model potongan rambut," ujar Nasir.

Untuk masalah konsumen, Nasir justru mengaku di bulan Ramadhan ini lebih banyak dibanding hari biasanya. Selama empat hari menjalani puasa, setiap hari Kios Pangkas Rambut Suramadu bisa kedatangan 15-20 konsumen.

"Alhamdulillah empat hari ini ramai terus. Seakan tidak putus konsumen yang datang. Paling waktu sholat saja saya istirahat. Mungkin ini berkah Ramadhan ya," tukas Nasir.

Nasir bersyukur, dengan kerja sebagai tukang potong rambut, dirinya mampu memberikan kehidupan yang layak kepada keluarganya.

"Rezeki itu dimana-mana dan tidak kemana-mana Pak. Asal kita konsisten dan ikhlas bekerja, rezeki akan datang dengan sendirinya. Jadi mengapa kita harus dipusingkan oleh rezeki? Percayalah Allah telah mengatur rezeki masing-masing. Kalo kata ustad, rezeki itu tak pernah ingkar janji, rezeki kita tidak akan tertukar," seloroh Nasir. (BBR)


Penulis :Kusuma
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview