Ditengah Pandemi Corona Ini, Pascasarjana IAIN SAS Babel Sukses Gelar Seminar Online

Ahada
Ditengah Pandemi Corona Ini, Pascasarjana IAIN SAS Babel Sukses Gelar Seminar Online
Pascasarjana IAIN SAS BABEL menggelar seminar secara online, Kamis (23/4/2020). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pascasarjana IAIN SAS BABEL menggelar seminar secara online, Kamis (23/4/2020).

Hadir sebagai pembicara utama Prof Dr Hatamar Rasyid MAg Guru Besar/Warek 2 IAIN SAS Bangka Belitung.

Pembicara kedua Rio Setiady ST, Anggota DPRD Kota Pangkalpinang.

Namun sayangnya pembicara kedua ini tidak bisa terkoneksi. Hal tersebut belum diketahui, mengingat dua menit sebelum dimulai Rio sudah siap, namun terkendala koneksi.

Dengan terlaksananya seminar secara online ini, membuktikan bahwa meski saat ini sedang mengalami pandemic covid19, tidak menjadi bagi perguruan tinggi melakulan kegiatan akademik.

"Salahsatu kegiatan di Perguruan Tinggi adalah Kegiatan Akademik yang melingkupinya dengan tanggungjawab ilmiah. Alhamdulillah Pascasarjana IAIN SAS Babel sukses gelar seminar secara online," ujar Direktur Pascasarjana IAIN SAS Babel, Dr Iskandar MHum.

Dalam paparannya Prof Hatamar menyampaikan bahwa kondisi saat ini setidaknya memiliki sinyal bahwa kita dipaksa untuk mampu menjalankan sistem pembelajaran di sekolah, maupun di kampus dengan sistem daring.  

"Ya. Kita harus akui, pendidik menjadi harus kreatif karena dipaksa kreatif. Kita belum siap menghadapinya, maka ketika kondisi memaksa maka kreativitas muncul. Itu hebatnya pendidik. Namun kondisi saat ini setidaknya harus ada inovasi pendidikan dan mebangun literasi teknologi informasi yang mumpuni," ujarnya.  

Disisi yang lain, kata Hatamar, kita harus sadari bahwa pemerintah sudah harus memikirkan memiliki ketertinggalan dalam penyediaan internet.

Pasalnya, jika tidak dilakukan maka pendidikan anak bangsa ini akan terkendala kedepannya.

Dalam diskusi seminar online ini berkembang persoalan-persoalan yang muncul seperti Jafri dari Bangka, yang mempertanyakan strategi pendidikan bagi anak usia dini dan dampak psikologisnya ketika mereka lama dirumah.

Hal yang hampir sama juga disampaikan Jumani, Kepala SMAN Namang. Jumani menyampaikan bahwa harus ada antisipasi jika wabah ini terus menerus, karena akan terkendala dalam penilaian dan capaian target.

"Perlu strategi baru," ujarnya. 

Disamping itu senada dengan Jantimala Kepala SMAN 1 Tanjung Pandan terkait perlunya e Modul yang harus bisa digunakan oleh guru dan siswa saat ini.

Dalam seminar juga dibahas kondisi sekolah swasta dimasa sekarang.

Sopiandi, Kepala SMA Muhammadiyah Toboali mengatakan masa sekarang ini sekolah swasta tentunya paling banyak terkendala kalau di Bangka Belitung.

Mulai dari uang komite yang terhambbat hingga koneksi internet siswa yang orangtuanya tidak sanggup. 

"Ya bagi kami yang diswasta sangat berat dengan kondisi ini. Namun kami juga tetap semangat dan kretivitas guru sebagian ada yang bias mengikuti.  Namun ada juga yang tidak bias itulah kendala di swasta. Tentu bagi sekolah negeri tidak seberat kami sekolah swasta menghadapinya," ungkap Sopiandi.

Direktur Pascasarjana IAIN SAS Babel Dr Iskandar MHum, yang sekaligus moderator dalam kegiatan ini menyampaikan, kegiatan seminar inj adalah salahsatu kegiatan ilmiah yang diselenggarkan di kampus.

"Selama ini kita lakukan tatap muka, namun kondisi saat ini tentunya kita harus menyesuaikan," katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri peserta secara online dari Belitung, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka dan Kota Pangkalpinang.

Namun pada seminat ini peserta dari Belitung Timur tidak terkoneksi.  

"Akhirnya mereka kirim pesan dengan saya ada kendala koneksi di daerahnya. Inilah fakta kita di daerah, kendala teknis jaringan sangat bermasalah. Namun demikian kita syukuri, Alhamdulillah peserta kita sebanyak 30 orang dari berbagai unsur baik guru, praktisi pendidikan maupun dosen, beberapa teman mengirim pesan tidak dapat mengakses koneksi saat dimulai bermasalah di wilayahnya," ungkap Iskandar.

Iskandar berharap kegiatan seminar secara online ini memberikan manfaat kepada dunia pendidikan di Bangka Belitung.
"Insya Allah dalam waktu dekat kita akan menyelenggarakan kajian public dengan tema ibadah Ramadhan di masa Covid 19. Pembicara sudah terkonfirmasi yaitu Dr Zayadi MAg, Rektor IAIN/Ketua MUI Provinsi Kep Bangka Belitung dan Ust Muhammad Kurnia Lc," pungkas Iskandar. (BBR)
Laporan: @hada