Ditjen Gakkum KLHK Tetapkan AZ Sebagai Tersangka Perusakan Kawasan HL Desa Beriga

faisal
Ditjen Gakkum KLHK Tetapkan AZ Sebagai Tersangka Perusakan Kawasan HL Desa Beriga
Tersangka AZ saat berada di Ditjen Gakkum KLHK. (Sumber: Akun Resmi Ditjen Gakkum KLHK)

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Ditjen Gakkum KLHK (Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menetapkan AZ (44 tahun) warga Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung karena diduga merusak kawasan Hutan Lindung (HL)

Penetapan tersangka pada Rabu (18/3) tersebut setelah tersangka diduga dengan sengaja menebang pohon dan memangkas tanah yang kawasan hutan lindung di Desa Beriga Desa Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

Melalui rilis dilaman akun resmi facebook milik Ditjen Gakkum KLHK, saat ini tersangka AZ sudah ditahan di Rutan Jakarta dan terancam hukuman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar.

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda mengatakan melalu lama resmi Gakkum KLHK, Kamis (19/3), kalau kegiatan yang dilakukan AZ sudah berlangsung sejak September 2019.

"Berdasarkan olah lokasi kejadian 9 Maret 2020, lahan yang sudah rusak seluas 3,12 hektar dengan kedalaman 5-7 meter,"ujarnya.

Kasus ini muncul setelah adanya laporan masyarakat terkait pembukaan hutan dan penambangan dengan alat berat sehingga tim Gakkum KLHK langsung mengumpulkan bahan dan keterangan pada pada (7/2).

"Setelah mendapatkan cukup data dan keterangan dari beberapa saksi, pada (26/2) tim KLHK meningkatkan ke tahap penyidikan hingga akhirnya menahan AZ tanggal 18 Maret 2020,"jelasnya.

Yazid menerangkan, penyidik KLHK akan menerapkan multidoor dengan dua undang-undang terpisah yaitu Undang-Undang No 18 Tahun 2013 dan Undang-Undang No 32 Tahun 2009 untuk memberikan efek jera kepada pelanggar lingkungan hidup dan kehutanan karena pelaku mencari keuntungan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan kawasan hutan sehingga merugikan negara dan mengorbankan masyarakat.

"Saat ini penyidik sedang mendalami keterlibatan pihak lainnya dalam kasus ini. Penyelamatan lingkungan dan hutan merupakan salah satu prioritas kami, termasuk penyelamatan kawasan hutan dan lingkungan di Bangka yang sudah sangat masif terjadi sehingga penindakan tegas harus dilakukan,"pungkasnya.


Penulis   : Faisal

Editor     : Admin03

Sumber : Babel Review