Dituding Bikin Gaduh, CV Gam Bungkam Saat Dikonfirmasi

Admin
Dituding Bikin Gaduh, CV Gam Bungkam Saat Dikonfirmasi

TOBOALI, BABELREVIEW-- Fungsi dari Satpol PP yang memiliki peran sebagai penegak Perda di wilayah Bangka Selatan dipertanyakan oleh akun facebook bernama Jojo Wijaya.

 Pada unggahan Jojo Wijaya menyebutkan, keluhannya terhadap CV GAM yang tak lain mitra PT Timah Tbk yang beroperasi tambang timah di IUP PT Timah di laut Toboali, pada senin (22/02/2020).

" Dua Kali Bikin Heboh Wilayah Pesisir Selatan CV GAM Kembali Bikin Gaduh, Sebelumnya Pernah Terjadi di Wilayah Pesisir Laut Padang , Sekarang (Kemarin,) berselisih tegang Dengan Para Masyarakat Pesisir Nelayan," tulisnya.

 Tak hanya itu, akun facebook milik jojo wijaya juga menyebutkan, panitia Cv Gam terkait aktivitas penambangan timah di kampung nelayan Toboali.



" Demi kepentingan, perusahaan dan masyarakat dibenturkan. Diduga perusahaan tersebut memiliki bekingan yang sangat kuat, sehingga para panitia berani bikin gejolak di tengah masyarakat nelayan. Dan salah satu oknum warga (panitia) terucap sepatah kata bahwa perusahaan tersebut milik pengacara kondang Babel, Johan dan dibekingi salah satu oknum pejabat Polri di wilayah Polda Babel," tulis Jojo.

 Terpisah, Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Siswanto saat dikonfirmasi awak media mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi dan penertiban.

" Minggu ini evaluasi, penertiban dan evaluasi, untuk penertiban sudah dilakukan yang wilayah kemarin dan setiap hari itu ada penertiban," ujar Kapolres, pada selasa (23/02/2020).

 Sementara itu, saat Babelreview mencoba mengonfirmasi Johan yang disebut sebagai pemilik CV Gam guna keberimbangan berita tidak mendapat balasan kendati sudah di konfirmasi melalui pesan whatsapp.





Untuk memberikan hak jawab dan menciptakan berita berimbang, media Negerilaskarpelangi.com mencoba konfirmasi pengacara kondang yang disebut sebut sebagai pemilik perusahaan tersebut pada Senin, 22 Februari 2021.

Hanya saja, upaya konfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp dan jaringan telepon seluler dari awak media belum dijawab dan digubris Johan, kendati pesan WhatsApp sudah dibaca oleh yang bersangkutan.

Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum juga menjawab konfirmasi media negerilaskarpelangi.com.

Terpisah, Direktur Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung, Kombes Polisi Zainul saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengatakan permasalahan itu terlebih dulu di kroscek dengan Polres Bangka Selatan.

"Cek ke Kapolres dulu," kata Zainul, Selasa, 23 Februari 2021.

Sementara, Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Siswanto saat dikonfirmasi awak media mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi dan penertiban.

"Minggu ini evaluasi, penertiban dan evaluasi, untuk penertiban sudah dilakukan yang wilayah kemarin dn setiap hari itu ada penertiban," ujar Kapolres.