Dituding Tak Patuh Protokol Kesehatan, Anggota DPRD Bangka Ini Janji Akan Isolasi Mandiri

Ahada
Dituding Tak Patuh Protokol Kesehatan, Anggota DPRD Bangka Ini Janji Akan Isolasi Mandiri
Anggota DPRD Bangka Junaidi Surya. (Foto: istimewa)

BELINYU, BABELREVIEW.CO.ID--Anggota DPRD Kabupaten Bangka Junaidi Surya mengaku kalau dirinya sehat sehingga menjalankan tugas kedewanan (DL) kendati dirinya baru tiba dari zona merah (Jakarta).

Hal itu disampaikan Junaidi melalui pesan WA, Jumat (12/06/2020) malam. Pesan yang ditujukan dengan seseorang yang disebutnya Pak Ketua itu, juga dikirim Junaidi ke wartawan media ini untuk maksud klarifikasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bangka daerah pemilihan (dapil) Belinyu-Riau Silip ini dipersoalkan sejumlah tokoh masyarakat Belinyu lantaran tidak mengindahkan protokol kesehatan sepulangnya ia dari Jakarta.

Junaidi yang tiba dari Jakarta (yang merupakan salah satu zona merah penyebaran Covid-19) diduga tidak menjalankan proses isolasi (karantina) mandiri dan langsung melakukan DL.

"Dari riwayat perjalanan yang bersangkutan yang kita peroleh,  pada tanggal 4 Juni lalu dia baru pulang dari Jakarta. Kemudian tanggal 6 Juni (baru berselang dua hari dari Jakarta) dia ikut DL ke Desa Gunung Muda Belinyu. Tanggal 9 Juni DL ke Toboali, dan hari ini (Jumat) DL ke Bangka Barat," ungkap salah seorang tokoh masyarakat Belinyu H Hazil Ma'ruf kepada BBR, Jumat (12/06/2020) pagi.

Sementara itu dalam klarifikasinya Junaidi mengaku kalau dirinya tiba dari Jakarta pada tanggal 4 Juni 2020.

Namun Junaidi tidak menyebut secara detil kapan, kemana dan tanggal berapa ia melaksanakan tugas kedewanan (DL).

"Saya memang pulang (ke Bangka) tanggal 4 (Juni) kemaren, karena keluarga ada di Tangerang. Saya sudah dua bulan lebih berada di Tangerang. Selama dua bulan lebih saya hanya di rumah, makan tidur makan tidur saja. Kemarin (6 Juni ?) saya memang ada menjalankan tugas kedewanan (di Desa Gunung Muda?)," ungkap politisi Partai Nasdem ini.

Dalam pesan tersebut, Junaidi mengaku kalau dirinya sudah melakukan karantina mandiri di rumah kediamannya di Belinyu.

"Karena sudah seminggu full ada di Belinyu, menjalankan karantina mandiri dan merasa sangat bosan, jenuh. Meskipun saya tahu, karantina 2 minggu. Saya sudah seminggu di rumah Belinyu dan selama seminggu tak kemana-mana dan merasa sangat sehat. Pemahaman saya, kalau seminggu tak merasa gejala covid, maka saya bebas dari virus covid. (Lagi pula) sebelumnya tanggal 2 Juni kemarin saya ada rapid test," jelas Junaidi.

Junaidi mengaku kalau dirinya salah dan berjanji akan melaksanakan karantina mandiri sampai tanggal 18 Juni.

"Saya memang salah, karena pemahaman saya tentang virus covid dan saya akan karantina mandiri sampai tgl 18 ( 2 minggu ) sesuai dengan prosedur penanganan covid yang berlaku . Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih dan mohon dimaklumi dan dimengerti serta kurang lebihnya saya minta maaf atas kejadian kemaren," ujar Junaidi. (BBR)
Laporan Ichsan Mokoginta Dasin