DKPPKBD Basel Gelar Layanan KB Gratis: Semoga Tidak Terjadi Baby Boom

Ahada
DKPPKBD Basel Gelar Layanan KB Gratis: Semoga Tidak Terjadi Baby Boom
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKBD) Kabupaten Bangka Selatan merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, menggelar program 1 Juta Akspetor atau Peserta KB gratis, Senin (29/6/2020). (Ist)
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKBD) Kabupaten Bangka Selatan merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, menggelar program 1 Juta Akspetor atau Peserta KB gratis, Senin (29/6/2020). (Ist)
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKBD) Kabupaten Bangka Selatan merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, menggelar program 1 Juta Akspetor atau Peserta KB gratis, Senin (29/6/2020). (Ist)

SIMPANGRIMBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKBD) Kabupaten Bangka Selatan merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27.

Pada kegiatan ini  DKPPKBD Basel juga menggelar program 1 Juta Akspetor atau Peserta KB gratis, Senin (29/6/2020).

Dengan Tema "Sukseskan Pelayanan KB 1 Juta Akseptor", Bangka Belitung menargetkan 8.000 akseptor dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu untuk di Kabupaten Bangka Selatan menargetkan  sebanyak 1.256 akseptor.

Kepala  Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKBD) kabupaten Bangka Selatan H Supriyadi SKM, bangga bahwa  di Bangka Selatan  telah melampaui target dari 1.256 akseptor.

"Alhamdulillah dengan tercapainya target tersebut, semoga tidak ada di Bangka Selatan Baby Boom, agar tidak ada drop out pengguna alat kontrasepsi", ungkapnya.

Ia berharap untuk generasi milenial agar bisa merencanakan usia ideal menikah yaitu 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan.

Dalam  mensukseskan program KB gratis ini, DKPPKBD  Kabupaten Bangka Selatan telah bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bidan Praktek Mandiri dan menggerakkan Kader KB /Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), dengan layanannya  meliputi semua jenis alat kontrasepsi seperti pil, kondom, suntik, implan dan IUD.

Tujuan dari layanan KB Gratis ini menurut Supriyadi untuk mempermudah akseptor dalam mendapatkan pelayanan KB  dan  membantu masyarakat merencanakan jumlah keluarga mereka.

Selain itu dengan layanan ini  mengurangi beban ekonomi masyarakat, apalagi dimasa pandemi ini, demi kesejahteraan keluarga  yang baik, terutama bagi masyarakat miskin.

Mengingat suasana saat ini yang masih belum benar-benar kondusif, Supriyadi menghimbau agar dalam pelaksanaan pelayanan KB tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Semua peserta wajib memakai masker dan cuci tangan sebelum diberikan pelayanan KB, sedangkan petugas memakai APD lengkap", imbuhnya.

  • Halaman
  • 1
  • 2