Dokter Ase Buka Rahasia, Merawat Durian Seperti Merawat Pasien

Ahada
Dokter Ase Buka Rahasia, Merawat Durian Seperti Merawat Pasien
Dokter Ase Adrianto sedang memeriksa Durian Super Tembaga Bangka Kelamunot di kebun miliknya di Desa Penagan Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (4/7/2020). (ichsan/babelreview).
Dokter Ase Adrianto sedang memeriksa Durian Super Tembaga Bangka Kelamunot di kebun miliknya di Desa Penagan Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (4/7/2020). (ichsan/babelreview).
Dokter Ase Adrianto sedang memeriksa Durian Super Tembaga Bangka Kelamunot di kebun miliknya di Desa Penagan Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (4/7/2020). (ichsan/babelreview).

Selain merawat sebagaimana pasien, Ase juga tak henti melakukan  spekulasi dan uji coba. Ketika orang melakukan penanaman dengan sistem triple planting (sistem tanam menggunakan tiga pohon), Ase justru menemukan cara yang lebih efektif dengan sistem tanam yang ia sebut tekhnik trisula.

-------------------------------------------------

BABELREVIEW.CO.ID -- BERAWAL dari hobi makan buah durian, menjadikan dr Ase Ardianto sebagai seorang pecinta sekaligus motivator budidaya durian lokal di Bangka Belitung.

Untuk berbagi ilmu dan pengalaman, selain membuka sekitar 2 hektar lebih kebun durian, Ase bersama komunitasnya juga aktif turun ke lapangan walau sekadar melakukan diskusi kecil kepada para petani.

Maka tak heran, jika setiap Sabtu dan Minggu, dokter yang membuka praktek di perempatan lampu merah Bukit Intan ini, meninggalkan sejenak rutinitasnya sebagai seorang medis.

Bagi seorang Ase, perhatian terhadap potensi durian lokal patut dilakukan mengingat Bangka Belitung memiliki pangsa pasar durian yang lumayan bagus.

"Selama ini kita selalu bangga dengan durian bermerek  luar negeri seperti durian asal Malaysia atau Thailand. Padahal ternyata kita juga punya jenis durian lokal yang tak kalah bagus kwalitasnya," ungkap Ase ketika disambangi BBR, di kebun durian miliknya, Sabtu (04/07/2020).

Bermodal semangat untuk mengangkat marwah durian lokal Bangka Belitung, Ase bersama komunitasnya tak lelah melakukan promosi lewat plog youtube Ase Ardianto Canel.

"Berkat vlog itu sekarang sudah mulai ada hasilnya. Durian lokal kita khususnya Super Tembaga (ST) Bangka Kelamunot mulai banyak dilirik orang," ujar Ase seraya menambahkan, promosi yang ia lakukan sudah dimulai sejak 20 tahun yang lalu.

Bagi Ase, tanaman durian harus dirawat secara ekstra dan cermat sehingga pertumbuhannya bagus dan cepat panen.

Biasanya, Ase menjadwalkan waktu khusus untuk melakukan kunjungan ke kebun durian miliknya di kawasan Desa Teru Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah.

"Setiap  dua minggu sekali saya periksa ada apa di setiap batangnya. Pokoknya ya saya rawat sebagaimana saya merawat pasien. Maka pertumbuhannya pun tergolong cepat," ujar Ase seraya menambahkan, usia durian miliknya saat ini berumur  3 tahun 9 bulan.

Disinggung penyakit durian, ini jawaban dr ase..

  • Halaman
  • 1
  • 2