DPPKBPPPA Bangka Tengah Gandeng BKKBN Babel Gelar Layanan KB Terpadu

KOBA – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025 di Bangka Tengah ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (24/07/2025).

Pelayanan yang melibatkan 150 peserta ini berlangsung di halaman Polsek Koba dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam.

“Tujuan utama fasilitasi, intensifikasi, dan integrasi pelayanan KBKR di wilayah khusus ini adalah untuk meningkatkan akses, kualitas, dan partisipasi masyarakat dalam program KB, khususnya di daerah yang menghadapi tantangan. Kegiatan ini juga ditujukan untuk menurunkan angka kelahiran (total fertility rate) dan meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi modern, terutama metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP),” ujar Sekda.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan mitra kerja atas komitmen serta dukungan nyata dalam menyukseskan program KBKR. Harapannya, kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan mendorong terwujudnya keluarga berkualitas di Bangka Tengah,” ucap Ahmad.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Rafani, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024.

“Ada beberapa indikator capaian yang harus dipenuhi BKKBN dalam RPJMN, terutama terkait peningkatan partisipasi program KB dan kesehatan reproduksi di wilayah-wilayah khusus seperti daerah transmigrasi,” kata Yudi.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan keluarga, masih terdapat sejumlah daerah dengan tingkat kepesertaan KB yang tergolong rendah.

“Kegiatan ini bertujuan agar wilayah dengan capaian rendah dapat segera meningkat, sehingga kesenjangan antardaerah bisa dipersempit dan target nasional dapat tercapai,” lanjutnya.

Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah, Dede Lina Lindayanti, turut menjelaskan jenis pelayanan yang diberikan.

“Alhamdulillah, hari ini kami melayani sebanyak 150 peserta yang terdiri dari 95 orang asal Kecamatan Koba, 30 orang dari Kecamatan Namang, dan 25 orang dari Kecamatan Lubuk Besar. Jenis layanan yang diberikan meliputi pemasangan IUD dan implan,” jelasnya.

Selain layanan KB, disediakan pula pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk deteksi dini kanker serviks.

“Pelayanan KB ini sangat penting untuk mengatur jarak kehamilan, menjaga kesehatan reproduksi, serta mencegah kelahiran anak-anak stunting. Dengan demikian, Bangka Tengah dapat melahirkan generasi bebas stunting,” lanjut Dede.

Ia juga mengingatkan bahwa program KB merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya perempuan.

“Pelayanan KB tidak hanya untuk ibu-ibu, tetapi juga untuk pasangan usia subur baik perempuan maupun laki-laki secara keseluruhan. Mari kita dukung bersama program Keluarga Berencana,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda Bangka Tengah, Kepala Diskominfosta, Kepala Dinsos PMD, Kepala Dinkes, Camat Koba, perwakilan TP-PKK Bateng, Bhayangkari, Ikatan Bidan Indonesia, serta tamu undangan lainnya.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *