DPRD Babel dan KNPI Sepakat Relaksasi Pertambangan Jadi Kunci Percepat Pertumbuhan Perekonomian

Irwan
DPRD Babel dan KNPI Sepakat Relaksasi Pertambangan Jadi Kunci Percepat Pertumbuhan Perekonomian
KNPI Bangka Belitung melakukan audiensi ke Komisi III DPRD Bangka Belitung guna membahas beberapa hal menyangkut pertumbuhan ekonomi menurun akibat terdampak Covid-19, Senin (18/5/2020).

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – KNPI Bangka Belitung melakukan audiensi ke Komisi III DPRD Bangka Belitung guna membahas beberapa hal menyangkut pertumbuhan perekonomian yang menurun akibat terdampak Covid-19, Senin (18/5/2020).

Kedatangan KNPI Babel diterima oleh Ketua Komisi III DPRD Babel Efredi Effendy dan Anggota Komisi III DPRD Babel Agung Setiawan, Azari Helmi dan Firmansyah Levi.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Babel dengan Kominte Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Babel sepakat mempercepat strategi memulihkan perekonomian Babel dengan relaksasi pertambangan.

Ketua KNPI Babel Muhammad Irham mengatakan, pertumbuhan ekonomi Babel sangat lambat hanya 1 sekian persen akibat dampak Covid-19. Untuk itu, yang bisa menyelamatkan perekomian Babel dalam waktu cepat adalah pertambangan timah.

“Langkah ini lebih cepat dan otomatis, tinggal ngundang pelaku usaha dan didorong adanya relaksasi pertambangan, ini kepentingan orang banyak agar ekonomi Babel kembali pulih, sehingga semua terselamatkan dari kemiskinan,” kata Irham.

Ketua Komisi III DPRD Babel Efredi Effendy mengatakan, kalau ingin cepat memulihkan perekonomian Babel harus ada relaksasi atau kelonggaran aturan pertambangan khususnya timah.

Hanya saja, untuk mewujudkan agar perekonomian Babel cepat pulih harus ada kelonggaran atau relaksasi dari aturan tambang, seperti mengenai dokumen RKAB dan CPI oleh pemerintah dalam hal ini Dirjen Minerba Kementerian ESDM. ‎Tetapi sebelumnya harus rapat dengar pendapat terlebih dahulu dengan Gubernur Babel.

“Relaksasi ini harus kita dorong ke Dirjen Mineral Baturbara Kementerian ESDM agar dapat keringanan kelonggaran penyusunan RKAB, S1 pertambangan itu yang kita dorong, di babel ini tidak banyak yang memiliki CPI,” ujar Efredi.

“Relaksasi CPI buat RKAB ini akan membuat tambang gairah kembali. Memang Kepmen ini tidak bisa cepat merubah, dari sini kita didorong bersama bersama perwakilan tambang logam, untuk meminta Dirjen Minerba, keluarkan surat edaran memudahkan penyusunan RKAB,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi III DPRD Babel Azwari Helmi. Ia berpendat penanganan yang cepat dan tepat untuk pemulihan perekonomian di Babel ada sektor pertimahan dan sudah takdirnya ekonomi Babel itu adalah pertimahan.

“Karena memang dari dulu, sejak zaman Belanda, banyak masyarakat bergantung hidupnya dengan timah. Sudah takdirnya Babel itu adalah timah,” kata Helmi.

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Babel Firmansyah Levi mengatakan, sebelum mendorong adanya relaksasi pihaknya bersama pemerintah daerah terlebih dahulu harus audensi dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM dan Komite Cadangan Meniral Indonesia (KCMI).

“KCMI ini yang melakukan tes apakah bisa mendapatkan CPI atau tidak, makanya kita harus audensi dengan KCMI agar ada kemudahan dalam menetapkan kelulusan CPI,” ungkap Firmansyah.

Terpisah, Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan, ekspor timah tidak lancar sangat berimbas terhadap perekonomian Babel.

“Sekarang ini timah ada, tetapi banyak yang tidak bisa jual, ini jelas sekali mengganggu perekonomian kita,” kata Erzaldi.

Diakui Erzaldi, pihaknya akan lakukan beberapa rapat lagi mengenai tambang timah tersebut kendati saat ini sudah ada perbahan UU Pertambangan.

“Memang sudah ada masukan mengenai misalnya RKAB agar dilonggarkan agar bisa melakukan ekspor, kendati demikian kita harus tetap sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kendati demikian, dirinya pun sangat berharap adanya relaksasi pertambangan dari pemerintah pusat mengenai RKAB tersebut agar dapat mempercepat memulihkan perekonomian Babel. (BBR)