DPRD Babel Pertanyakan Sumber Dana Untuk Alat PCR dan Tes Swab, Ini Kata Mulyono

diko subadya
DPRD Babel Pertanyakan Sumber Dana Untuk Alat PCR dan Tes Swab, Ini Kata Mulyono
Mulyono Susanto saat konfrensi pers (Babelreview/Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID - Juru Bicara Informasi Medis GTPPC-19, Mulyono menjelaskan, terkait dengan Operasional Alat PCR yang ada di Laboratorium Provinsi Bangka Belitung.

Ia membeberkan jika kaitannya dengan tempat, fasilitas, dan tenaga medis itu dana yang digunakan bersumber dari APBD provinsi, Namun untuk alat swab dan PCR itu bersumber dari pihak swasta.

"Jadi untuk alat nya itu pinjam dari mereka (pihak swasta-red), kita nggak beli, cuma pengelolaannya tenaga, tempat dan fasilitas dari kita. Nah untuk pembiayaannya itu saya belum tahu (nilai-red) kontraknya berapa, karena belum kami terima kontraknya," ujar Mulyono, saat rapat kordinasi di ruang Banmus DPRD Babel, Selasa (5/5) kemarin.

Berdasarkan informasi yang diterima, Mulyono mengungkapkan biaya untuk sekali pemeriksaan swab sebesar Rp2.500.000 dan rapid test Rp495.000,.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Sekretariat Pusdalops GTPP Covid-19 Babel, Mikron Antariksa menambahkan, biaya pemeriksaan tersebut bersumber dari sumbangan pihak swasta. 

"Dana (sumbangan-red) yang terkumpul dari kemarin di rekening Babel Peduli sebesar Rp3,5 miliar, jadi kan ada  juga yang membayar mandiri," ujar Mikron.

Sebelumnya dalam rapat kordinasi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya meminta penjelasan Mulyono Susanto yang juga selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel, mengenai sumber dana untuk pengadaan alat swab dan PCR.

"Alat PCR dan Swab itu alokasi dananya dari pihak swasta atau kita (APBD provinsi-red)?, karena saya pernah baca di media, ada cara pengumpulan dana dari pihak swasta," kata Didit saat rapat koordinasi di ruang banmus DPRD Babel, Selasa (5/5). kemarin (BBR)


Laporan Diko Subadya

Sumber Babelreview