DPRD Bangka Gelar Paripurna Sahkan Rancangan APBD TA 2022

Irwan
DPRD Bangka Gelar Paripurna Sahkan Rancangan APBD TA 2022

BANGKA, BABELREVIEW.CO.ID -- DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat paripurna dengan agenda Pengesahan Rancangan APBD tahun anggaran 2022, rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Iskandar dihadiri oleh Bupati Bangka Mulkan, Wakil Bupati Bangka, Wakil Ketua I Mendra Kurniawan, Wakil Ketua II Rendra  Basri serta Forkompinda, Kepala Dinas, Camat, Lurah dan Darma Wanita.

Iskandar dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam penyusunan APBD tahun 2022 mempedomani keputusan menteri dalam negeri nomor 050-3708 tahun 2020 tentang verifikasi dan validasi pemutakhiran klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah. 

Adapun hal yang krusial dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022 adalah beralihnya penggunaan sistem informasi managemen daerah (SIMDA) ke sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD), dimana pemerintah pusat mengharuskan seluruh pemerintah daerah di indonesia sudah melakukan penyusunan APBD tahun anggaran 2022 dalam sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD).

"Arah kebijakan dalam apbd tahun anggaran 2022 ditujukan untuk mendukung prioritas pembangunan guna mempercepat pemulihan ekonomi serta penguatan ketahanan sosial dan bencana dengan fokus belanja untuk pemulihan ekonomi akibat dampak dari pandemi covid-19. Dengan harapan dapat membawa daerah untuk mencapai percepatan pertumbuhan ekonomi, menciptakan iklim investasi yang kondusif, menyediakan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat, dan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah," ujarnya.

Sementara itu Bupati Bangka Mulkan menyebutkan bahwa pada hari Kamis tanggal 21 oktober 2021 yang lalu pihaknya telah menyampaikan Raperda APBD tahun anggaran 2022 kepada DPRD dan telah dibahas  bersama antara tim anggaran pemerintah daerah dengan badan anggaran legislatif DPRD Kabupaten Bangka.

"Pada APBD tahun 2022 ini, pendapatan dana transfer kita khususnya dana insentif daerah (DID) mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp.26.012.853.000,- (dua puluh enam milyar dua belas juta delapan ratus lima puluh tiga ribu rupiah), dimana dalam rancangan apbd sebesar Rp.41.000.000.000,- (empat puluh satu milyar rupiah), menjadi Rp.14.987.147.000,- (empat belas milyar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta seratus empat puluh tujuh ribu rupiah). oleh karena itu kita harus mencari sumber pendapatan lain yang dapat menutupi kebutuhan belanja yang semakin tahun justru semakin besar," terang Mulkan.

  • Halaman
  • 1
  • 2
  • 3