DPRD Bangka Gelar RDP Respon Aduan Warga Air Anyir Terkait Aktivitas PT. BCM

Kasmirudin
DPRD Bangka Gelar RDP Respon Aduan Warga Air Anyir Terkait Aktivitas PT. BCM
DPRD Kabupaten Bangka menggelar Rapat Dengar Pendapat, terkait aduan masyarakat Desa Air Anyir adanya aktivitas yang dilakukan oleh PT. Babel Cipta Mandiri, Senin (9/11/2020). (Foto: Ibnu Wasisto)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait aduan masyarakat Desa Air Anyir adanya aktivitas yang dilakukan oleh PT. Babel Cipta Mandiri, Senin (9/11/2020).

Sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan, Amd. dihadiri oleh anggota Komisi I, II dan III, Direktur PT. BCM, Djong Fuk Yung, Kepala Dinas PMP2KUKM, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas PUPR, Camat Merawan, Kades Air Anyir.

Ditemui setelah memimpin rapat, Mendra Kurniawan mengharapkan dengan dilakukan rapat dengar pendapat ini bisa menghasilkan titik terang. Pihaknya mengaskan dalam waktu dekat akan mengambil sikap dengan memanggil beberapa instansi terkait, untuk menyelesaikannya permasalahan administrasi.

“Dalam keadaan seperti ini, kami meminta kepada seluruh investor untuk menjalani dan mematuhi seluruh prosedur yang ada. Kami tidak ada keinginan apapun untuk menghambat dalam hal berinvestasi," tegasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, jika pihak legislatif tidak akan melakukan penghambatan bagi siapa pun yang ingin berinvestasi. Dia akan memberikan jaminan dan membantu asal semuanya sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Mendra juga tegaskan akan meminta kepada pihak eksekutif untuk bersama-sama dengan legislatif dalam meluruskan segala aturan yang kiranya ada suatu pelanggaran. Dia mengharapkan, agar semuanya dapat berjalan dengan membawa dampak ekonomi sekitarnya.

“Sebenarnya perusahaan itu secara aturan sudah memiliki surat menyurat dan administrasi dengan legal. Saya mengimbau kepada perusahaan untuk menurunkan tensi,” ujarnya.

Hal itu harus dilakukan oleh perusahaan sambil menunggu hasil koordinasi pihaknya dengan eksekutif supaya segala sesuatunya dapat menghasilkan titik terang.

“Perusahaan kalau bisa turunkan tensi yang sekarang ada. Artinya, kita harus bisa sama-sama saling mencari solusi ini. Ya, intinya kami tidak melarang adanya iklim investasi seperti ini, yang terpenting kita harus menunggu dulu proses yang DPRD lakukan," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu Wasisto

Editor   : Kasmir