DPRD Bateng Jalin Pertemuan Bahas Tunggakan Utang Mitra PT Kobatin, ESDM Janji Pembayaran Seminggu Lagi

faisal
DPRD Bateng Jalin Pertemuan Bahas Tunggakan Utang Mitra PT Kobatin, ESDM Janji Pembayaran Seminggu Lagi
Pertemuan DPRD Bateng Dengan Pihak Kobatin dan ESDM, Senin (27/1/2020). (Ist)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Guna menyelesaikan tunggakan PT Kobatin terhadap para mitra dalam pelaksanaan program pasca tambang, DPRD Bangka Tengah menggelar pertemuan dengan pihak perusahaan serta ESDM selaku verifikator.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Senin (27/1/2020) tersebut untuk mencari tahu problem utama penyebab tunggakan hutang PT Kobatin yang selama ini belum diselesaikan kepada mitra.

Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa mengatakan, kalau pertemuan ini sudah dijadwalkan jauh hari untuk mendengarkan secara langsung dari pihak ESDM atas kendala keterlambatan pembayaraan pelaksanaan reklamasi kepada mitra-mitra yang terdaftar.

"Selama ini kan problemnya hanya kita dengar melalui pihak PT Kobatin saja, nah sekarang kita tegas bertanya dengan ESDM terkait kapan pelaksanaan pembayaran bisa dilaksanakan,"ujarnya kepada Babel Review, Selasa (28/1/2020).

Melalui perwakilanya, ESDM memastikan pembayaran tunggakan hutang pelaksanaan reklamasi yang dilaksanakan oleh mitra akan cair dalam rentang waktu satu Minggu kedepan.

"Kontrak karya ini kan berakhir tidak lama lagi yaitu Tahun 2021, sedangkan banyak sekali tanggung jawab PT Kobatin yang belum dilaksanakan secara maksimal sesuai dengan yang ada di dokumen pasca tambang antara lain yang utama adalah pelaksanaan reklamasi dan alokasi dana CSR,"ucapnya.

Mehoa menerangkan, memang benar banyak sekali kendala dilapangan yang menyebakan tersendatnya pencairan, salah satunya yang dibahas dalam rapat adalah rusaknya lahan reklamasi oleh para oknum penambang ilegal namun kan sudah ada anggaran dalan dokumen pasca tambang untuk penjagaan yang masuk dalam item biaya tenaga kerja pasca tambang.

"Kan ada biaya tenaga kerja pasca tambang yang bisa dimanfaatkan dalam penjagaan lahan yang sudah di laksanakan reklamasi, sebenarnya hal seperti ini tidak akan terjadi jika dilaksanakan sedemikaian rupa mengikuti dokumen pasta tambang,"ungkapnya.

Namun terlepas kendala tersebut, ia mengatakan pihak ESDM sudah bersedia melakukan pembayaran namun berdasarkan klaim dan verifikasi dilapangan dari triwulan 1,2,3 dan 4.

"Saat ini sedang dikumpulkan tandatangan para direksi dan diupayakan akan ada pembayarab seminggu lagi, setelah ini saya tidak mau lagi mendengar adanya tunggakan hutang terhadap mitra karena akan menyebabkan pelaksanaan pasca tambang berjalan tidak maksimal, ditambah kontrak karya yang akan berakhir tidak lama lagi,"pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal

Editor    : Admin03