DPRD Ingin Ada Rumah Singgah untuk Mantan Pasien RSJ di Babel

kasmirudin
DPRD Ingin Ada Rumah Singgah untuk Mantan Pasien RSJ di Babel
Ketua Komisi IV DPRD Babel Juwarno. (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Komisi IV DPRD Bangka Belitung segera menggelar pertemuan dengan tiga instansi, yakni Rumah Sakit Jiwa, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Provinsi Babel.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengajukan upaya ke pemerintah pusat, agar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Bangka Belitung mendapatkan perhatian lebih. Sehingga dapat menjadi ikon kesehatan yang membanggakan.

Hal ini penting mengingat Rumah Sakit Jiwa menangani cukup banyak pasien seperti cacat mental, ketergantungan obat, dan depresi. Ditambah lagi banyaknya pasien RSJ yang sudah sembuh namun kebingungan mau kemana. Karena tidak memiliki keluarga, bahkan tak diterima lagi oleh keluarga mereka.

"Kita temukan di sana ada beberapa yang sudah sehat, tetapi tidak punya keluarga. Jadi mereka kebingungan mau kemana. Ke depan kita berharap ada rumah singgah di Bangka, yang saat baru ada di Belitung," kata Ketua Komisi IV DPRD Babel Juwarno.

Tak hanya itu, pertemuan tiga instansi tersebut diungkapkan Junarwo, untuk membicarakan rencana ke depan terkait pemanfaatan sisa lahan seluas 5 hektare yang dimiliki Rumah Sakit Jiwa Provinsi Babel.

"Rumah Sakit Jiwa itu punya lahan seluas 6 hektare, yang terpakai hanya satu hektare. Nah, 5 hektare itu yang akan kita manfaatkan. Rencananya itu kita minta ke direkturnya membuat masterplan dan DED-nya. Kita berharap RS Jiwa bisa sekaligus menjadi tempat rehabilitasi ketergantungan obat terlarang, meskipun sudah ada tapi belum maksimal. Di sana juga belum ada rehabilitasi khusus perempuan serta fasilitas layanan konseling Adiksi Napsa, yang masih kekurangan tenaga ahli," ungkapnya.

"Sekarang baru ada empat konselor, kurang dua lagi  dan kita usulkan ke Dinkes tapi belum ada. Hal ini perlu diperhatikan, karena sudah ada keluhan mereka bekerja hingga 24 jam. Kita utamakan itu, karena sifatnya mendesak. Ini penting karena Babel saat ini peringkat ke 5 peredaran narkoba di Indonesia, sehingga perlu penanganan khusus untuk itu dan kita minta pemda pro aktif juga untuk bisa mendapatkan dana, agar segera bisa merealisasikan itu," tandasnya. (BBR)


 

Penulis  : Diko                    
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review