DPRD Kaji Rencana Penyertaan Modal ke BPRS dan Bank Sumsel Babel

Kasmirudin
DPRD Kaji Rencana Penyertaan Modal ke BPRS dan Bank Sumsel Babel
ilustrasi.

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dewan Perwakilan Raskyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Panitia Khusus (Pansus) terus melakukan kajian dengan melibatkan para stakeholder terkait dengan perumusan Raperda Penyertaan Modal ke Bank Sumsel Babel dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) merupakan inisiatif dari Pemprov Babel.

Ketua Pansus Raperda Inisiatif Penyertaan Modal ke Bank Sumsel Babel dan BPRS DPRD Babel, Efredi Effendi mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pihaknya yakni meminta laporan kinerja selama tahun 2020 baik dari Bank Sumsel Babel dan BPRS.

Ia menuturkan, untuk sementara ini ada satu nama yang telah dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk direkomendasikan yakni Bank Sumsel Babel.

“Untuk BPRS, kami belum melakukan kunjungan kerja ke OJK terkait dengan bank ini. Jadi kali ini paparan dari BPRS dulu, kalau Bank Sumsel Babel sudah selesai. Nanti penilaian selanjutnya dalam sesi tanya jawab, nanti kita lihat bagaimana rasio keuangannya (BPRS-red), laba ruginya dan dividennya bagaimana," terangnya kepada awak media, Rabu (25/11/2020).

Terpisah, Wakil Ketua Pansus Penyertaan Modal DPRD Babel, Herman Suhadi menambahkan, terkait dengan rencana ini pihaknya akan lebih berhati-hati dalam mengkajinya, apalagi seperti diketahui APBD Provinsi saat ini sedang mengalami defisit.

“Rencananya kami juga akan melakukan pinjaman daerah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Oleh sebab itu, kami dari pansus sangat menerapkan faktor kehati-hatian. Maka pada hari ini kami mengundang hampir seluruh stakeholder. Bahkan tim analis investasi Babel juga kami undang untuk melihat sejauh mana kelayakan penyertaan modal ini, yang tentunya juga investasi daerah," terangnya.

Jika berdasarkan informasi yang disampaikan pihak eksekutif, dia menuturkan pengajuan raperda penyertaan modal ini bertujuan untuk menghindari delusi. Karena saham Pemprov di Bank Sumsel Babel hanya sebesar 2,7 persen, sementara pada 2021 mendatang hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan maupun di Babel mengikutsertakan penyertaan modal.

"Kawan-kawan kita di eksekutif jika kita tidak menyertakan modal pada tahun 2021, maka dividen kita akan mengecil. Karena persentase kepemilkian saham kita kecil. Akan tetapi walaupun demikian kami dari pansus berpikir terlepas dari keadaan APBD, keadaan sahamnya itu yang paling kita pikirkan adalah kewajaran dengan kondisi saat ini,” pungkasnya. (BBR)


Penulis : Diko

Editor   : Kasmir