DPRD Kota Pangkalpinang Dukung Seruan Ulama dan Umaro Cegah Covid-19

Gusti Randa
DPRD Kota Pangkalpinang Dukung Seruan Ulama dan Umaro Cegah Covid-19
Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --- DPRD Kota Pangkalpinang mendukung seruan ulama dan umaro dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kota Pangkalpinang.

" Kami menyambut baik kesepakatan ormas Islam dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah, terkait pentingnya kita menjaga jarak atau social distance selama wabah Corona ini belum menunjukkan penurunan penyebarannya," ujar Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady. Rabu, (1/4/2020).

Rio menyebutlan, Pihaknya cukup mengkhawatirkan terkait surat edaran yang sempat beredar beberapa hari yang lalu tentang pelaksanaan ibadah salat Jumat dan salat wajib 5 waktu di masjid.

"Dengan kondisi hari ini Babel yang saya kira sangat rawan lebih baik kita mencegah jangan sampai ada ruang untuk terjadi interaksi. Selama itu masih bisa dialihkan ke aktivitas lain dengan tidak menggugurkan kewajiban," katanya. 

Politisi PKS ini menyebutkan, hari ini mendapatkan informasi bahwa Ormas Islam, Kementerian Agama dan pemerintah daerah sudah bersepakat terkait pembatasan acara di rumah ibadah. 

Tentu ini harus didukung mengingat Bangka Belitung sampai dengan hari ini diketahui sudah 2 orang positif virus Corona. 

"Kami pun menghimbau kepada masyarakat dan umat Islam serta umat beragama lainnya marilah kita taati seruan dari kepala daerah serta pemuka agama masing-masing, kalau umat Islam, kesepakatan ormas-ormas Islam yang dibuat hari ini," kata Rio.

Ia mengatakan, mengenai seruan dari kepala daerah bahwa social distance harus tetap dijaga, demi meredam penyebaran virus Corona yang ada di Bangka Belitung.

"Pengalaman dari negara lain menjaga jarak atau social distance inilah yang nantinya akan mengurangi percepatan penularan wabah Corona. Dengan adanya kebijakan gubernur yang membatasi penerbangan dari dan ke Bangka Belitung, ini harus kita dukung sebagai masyarakat untuk menjaga jarak meminimalisir penyebarannya," ujarnya.

Menurutnya, kedepannya masyarakat akan dihadapi dengan tantangan ekonomi yang hari ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat luas, sebagaimana sulitnya mendapatkan pekerjaan dan berusaha dalam situasi hari ini.

Rio menuturkan, tentu hal ini dapat dimaklumi karena wabah pandemik karena ini bukan hanya mengganggu Indonesia tetapi juga dunia.

" Oleh karena itu kami pun mendorong kepada pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten dan kota agar mulai mengkalkulasikan kebutuhan masyarakat selama 2 atau 3 pekan kedepan, karena dengan kondisi seperti hari ini ruang usaha semakin sempit tentu harus ada solusi yang diberikan oleh pemerintah daerah," sebutnya 

Rio pun merasa yakin, kepala daerah saat ini sedang berusaha untuk memikirkan hal tersebut, oleh karena itu masyarakat kita himbau untuk tetap mematuhi edaran yang diberikan oleh kepala daerah untuk tetap berada di rumah kecuali, memang dalam kondisi darurat harus keluar karena satu urusan.

" Kita pun berhati-hati jangan sampai termakan dengan berita-berita hoaks, yang akhir-akhir ini juga sering beredar di media sosial yang belum jelas kebenarannya. Hal itu membuat kita semua resah saya ingatkan hati-hati karena hoaks ini hukumannya cukup berat yaitu undang-undang ite yang dapat menjerat siapa saja," imbaunya.

Rio juga mengajak, marilah terus menjaga suasana perjuangan ini dengan sepenuh hati dengan mengikuti apa yang diarahkan oleh kepala daerah dan pemuka agama. 

"Kita berdoa kepada Allah semoga wabah karena ini segera berlalu dari Bangka Belitung khususnya dan Indonesia pada umumnya, semoga," harap Rio. (BBR)