Dua Pemilik TI Selam di Sukadamai Terancam Denda Rp 100 Miliar

Irwan
Dua Pemilik TI Selam di Sukadamai Terancam Denda Rp 100 Miliar

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan (Basel) melalui Seksi Tindak Pidana Umum telah melakukan pelimpahan kasus penambangan Ilegal jenis Tambang Inkonvesional (TI) Selam yang terjadi di Perairan Laut Sukadamai, Toboali.

Kasi Pidum Kejari Basel, Denny mengatakan, adapun yang telah diamankan adalah pemilik tambang yakni Antoni alias dedek dan Jeki. Keduanya merupakan warga jalan damai.

"Selain itu dari masing masing terdakwa juga diamankan barang bukti berupa pasir timah yang masih bercampur pasir sebanyak sepuluh kilogram, mesin tanah merk Shanghai, mesin pompa tanah merk Super Gajah, dua unit mesin robin merk Yasuka, satu buah mesin kompresor dan selang kompresor, satu buah spiral, satu buah kacamata selam, satu selang monitor, sepuluh karpet, dan lima belas drum untuk barang bukti Jeki," jelasnya.

Sementara itu, sambungnya untuk barang bukti Antoni berupa, satu unit mesin merk Zetrong, satu unit mesin pompa tanah, dua unit mesin robin, satu buah mesin kompresor dan selang kompresor, satu buah spiral, satu buah kacamata selam, satu selang monitor, sepuluh karpet, dan lima belas drum, dan sepuluh kilogram pasir timah yang masih bercampur pasir.

"Pelimpahan berkas kedua terdakwa sudah dilakukan pada Jumat lalu dan untuk jadwal sidangnya masih menunggu hasil penetapan PN," katanya, Rabu (14/7/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, pasal yang didakwakan ialah pasal 158 UU nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan UU no 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara yakni melakukan usaha tambang tanpa izin.

"Ancaman maksimal dari pasal ini ialah penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 Miliar," katanya. (BBR)


Laporan: Andre

Editor: Irwan