Dua Remaja Pelaku Vandalisme Dikenakan Sanksi Sosial Satu Bulan

Kusuma Jaya
Dua Remaja Pelaku Vandalisme Dikenakan Sanksi Sosial Satu Bulan
Kedua pelaku vandalisme fasilitas umum Kota Pangkalpinang kena sanksi sosial, Selasa (30/3/2021). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW. CO.ID --- Beruntung bagi Riski Febriando dan Andi Dero Aguyno.

Aksi vandalisme mereka berdua di Taman Vertikal di persimpangan Semabung, Kota Pangkalpinang tidak diteruskan ke proses hukum.

Kedua remaja asal Kota Pangkalpinang ini hanya dikenakan sanksi sosial selama satu bulan membersihkan fasilitas-fasilitas umum di wilayah Kota Pangkalpinang.

Sanksi sosial ini dimulai tehitung Selasa 30 Maret 2021 hingga satu bulan kedepan.

Sanksi bagi kedua remaja tersangkut vandalisme di wilayah Kota Pangkalpinang tersebut, dibawah pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang.

"Iya, mulai hari Selasa taggal 30 maret ini, kedua remaja ini akan membersihkan sejumlah fasilitas umum di wilayah Kota Pangkalpinang. Untuk hari ini kita mulai mereka berdua ikut bersih-bersih di Taman Wilhelmina," ujar Endang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, di dampingi Kabid PPKL DLH Pangkalpinang, Selasa (30/3/2021).

Terlihat sekitar pukul 11.00 WIB, kedua remaja ini menyapu dan membersihkan kawasan di Taman Sari (Taman Wilhelmina) Pangkalpinang.

Keduanya terlihat serius membersihkan kawasan taman dengan sapu lidi yang mereka pegang.

Namun, kata Endang, untuk hari pertama ini, kedua remaja tersebut hanya membersihkan Taman Sari selama dua jam saja, mulai pukul 10.00-12.00 WIB.

Selanjutnya akan diatur lokasi, jam dan fasilitas umum yang akan mereka bersihkan.

Menurut Endang, sanksi sosial yang dikenakan kepada dua remaja tersangkut vandalisme ini merupakan kebijakan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil.

Kedua remaja ini berhasil ditangkap Tim Naga Sat Reskrim Polres Pangkalpinang, Minggu (28/3/2021).

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP M Adi Putra menjelaskan  kronologi pengungkapan perkara pada Minggu 28 Maret 2021 sekira pukul 20:30 WIB, Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang mendapat informasi tentang pelaku tindakan vandalisme sehubungan dengan laporan pengaduan Walikota Pangkalpinang tanggal 16 Maret 2021 tentang Vandalisme.

Selanjutnya kata AKP Adi Putra, setelah mendapatkan informasi tersebut, dirinya membagi dua tim langsung menuju ke tempat kediaman yang diduga pelaku.

Namun, berdasarkan penelurusan kedua diduga pelaku berada di Taman Dealova Kota Pangkalpinang.

"Penangkapan kedua pelaku di Taman Dealova Kota Pangkalpinang," tukas Adi.

Usai ditangkap pihak Polresta Pangkalpinang, dan setelah Walikota Pagkalpinang Maulan Aklil bertemu dengan keluarga tersangka, dan meminta saran dari berbagai pihak, akhirnya memutuskan untuk mencabut laporan di Polres Pangkalpinang.

Tetapi sebagai gantinya, kedua pelaku ini dikenakan sanksi sosial membersihkan fasilitas umum di Kota Pangkalpinang selama satu bulan.

"Setelah bertemu dengan keluarga pelaku ini. Dan setelah mendengarkan pengakuan keduanya, maka saya tidak meneruskan perkara ini. Saya minta keduanya membersihkan fasilitas umum di Kota Pangkalpinang ini selama satu bulan," ujar Molen, sapaan akrab Walikota Pangkalpinang ini.

Molen berharap dengan sanksi sosial ini, kedua pelaku akan sadar dan tidak akan melakukan lagi perbuatan vandalisme mereka.

Selain itu, melalui perkara ini, Molen ingin mengajak masyarakat Kota Pangkalpinang untuk menjaga dan menyayangi fasilitas umum yang sudah dibangun Pemkot Pangkalpinang.

"Saya berharap dengan sanksi soal membersihkan fasilitas umum ini, nantinya bisa membangkitkam rasa sayang kedua pelaku ini terhadap fasilitas umum di Pangkalpinang. Tetapi kalo mereka masih megulangi perbuatannya, maka tidak ada lagi kata perdamaian," tukas Molen.

Selain itu, kata Molen, Ia ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang untuk tidak melakukan hal serupa dengan kedua pelaku ini, karena akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku. (BBR)