Duta Bahasa Babel 2018 Harus Pandai Tiga Bahasa

Admin
Duta Bahasa Babel 2018 Harus Pandai Tiga Bahasa
FOTO :( FERLY ADITYA )

PANGKALPINANG ,BABEL REVIEW – Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, akhirnya  Muhammad Arinda dan Meisya Anggraini dinobatkan sebagai Duta Bahasa oleh Kementerian      Pendidikan dan Kebudayaan Kantor  Bahasa  Kepulauan  Bangka Belitung pada ajang inal pemilihan Duta          Bahasa Kepulauan Bangka Belitung yang dilaksanakan di Hotel Soll Marina, Senin (16/7/2018).

Sejak pukul 13.00 WIB, ballroom Hotel Soll Marina sudah dipenuhi oleh alumni Duta Bahasa, keluarga dan pendukung para finalis Duta Bahasa. Turut hadir juga Ahmad Elvian (Sekretaris DPRD Pangkalpinang), dan DR H Asyraf Suryadin MPd (Kepala Biro Kesra Provinsi Bangka Belitung).

Pemilihan Duta Bahasa yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dibuka dengan penampilan Dambus Sang Surya. Feri Pristiawan, Ketua Panitia Pemilihan Duta Bahasa, dalam sambutannya mengatakan tercatat ada 97 peserta yang mendaftar ajang pemilihan ini. Seleksi pertama yang dilaksanakan pada  3 Juli diikuti 70 peserta yang wajib mengikuti tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Seleksi pertama ini meloloskan 20 peserta puteri dan 30 peserta putera. Pada seleksi kedua peserta wajib mengikuti materi uji berupa monolog dengan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, daerah dan asing. Hasilnya sebanyak 10 peserta putera dan 10 peserta puteri berhak mengikuti masa karantina. Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung, Hidayatullah Astar, mengatakan pemilihan Duta Bahasa merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa guna mencari bibit bibit muda yang dapat membantu program Kantor Bahasa dalam hal pengembangan dan pembinaan  bahasa.

Finalis Duta Bahasa akan bermitra dengan Kantor Bahasa dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan bahasa. “Untuk juara 1 akan diikutsertakan dalam pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional pada 13-18  Agustus mendatang di Jakarta. Namun perwakilan Duta Bahasa yang akan diberangkatkan ke tingkat nasional tidak kita bebani target yang tinggi.

Masuk 10 besar saja merupakan prestasi yang cukup membanggakan. Yang terpenting peserta yang kita utus tidak pesimis dulu dengan perwakilan provinsi lain,” kata Hidayatullah. Sementara itu, Akhmad Elvian yang merupakan juri sekaligus budayawan berpesan, finalis Duta Bahasa mempunyai tanggung jawab dalam pengajaran, pembinaan, serta pengembangan bahasa terutama bahasa daerah.

 Menurut Elvian, bahasa daerah merupakan identitas daerah, "Penggunaan Bahasa Indo-nesia juga menjadi tanggung jawab finalis Duta Bahasa. Memang semua orang tahu berbahasa Indonesia karena merupakan bahasa nasional, namun banyak orang yang belum mengerti banyak tentang kaidah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan," kata Akhmad Elvian.

Lebih lanjut Sekretaris DPRD Kota Pangkalpinang ini juga menekankan bahwa para finalis Duta Bahasa juga memiliki tanggung jawab mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penguasaan bahasa internasional.

Sementara itu, Dr. H.Asyraf Suryadin M.Pd, Kepala Biro Kesra Provinsi Babel,  juga mengatakan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengapresiasi dan mendukung kegiatan Pemilihan Duta Bahasa, karena dengan adanya Duta Bahasa kemampuan berbahasa masyarakat terutama generasi muda semakin meningkat sesuai dengan slogan Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing. (BBR)


Penulis :Andre
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview