Ekspor Lidi Nipah Berawal Dari Kota Kapur

Kusuma Jaya
Ekspor Lidi Nipah Berawal Dari Kota Kapur
Kerajinan Lidi Nipah kini mulai diminati masyarakat Bangka Belitung. (ist)

Ekspor Lidi Nipah Berawal Dari Kota Kapur
Elfiyena: Masyarakat Terus Dilatih Kerajinan Lidi Nipah

 

Laporan: Diko Subadya

PANGKALPINANG, BABELREVIEW — Pelemahan ekonomi menjadi dampak serius yang terjadi akibat pandemi covid-19, banyak usaha harus gulung tikar akibat tak kuat bertahan di tengah melemahnya ekonomi masyarakat.

Agar kondisi ini tak terus terjadi, pemerintah pun didesak untuk bisa mencari solusi serta strategi yang ampuh untuk kembali meningkatkan gairah perekonomian masyarakat.

Ditengah kondisi pandemi yang tak tau kapan akan berakhir, muncul secercah harapan yang digadang bisa jadi tonggak awal bangkitnya ekonomi Bangka Belitung, khususnya bagi masyarakat atau para pelaku UMKM.

Lidi Nipah ! Ya komoditi satu ini tengah jadi primadona, setelah beberapa waktu lalu menjadi komoditas ekspor dan dikirim ke sejumlah negara salah satunya Nepal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Elfiyena menceritakan, Awal mula Lidi Nipah bisa menjadi komoditi ekspor yakni pada bulan Februari 2020 lalu, saat belum ada Covid-19 di Babel.

Pada awalnya dikatakan Elfi pihaknya berencana mengadakan pelatihan Lidi Sawit kepada masyarakat dengan mengundang seorang narasumber yaitu para Eksportir.

Setelah melakukan pemantauan dan melihat kondisi alam di Babel. Ternyata narasumber tersebut malah tertarik dengan kekayaan Lidi Nipah yang ada di Babel.

“Melihat narsum tertarik dengan Lidi Nipah, akhirnya kita coba latih masyarakt untuk memanfaatkan Lidi Nipah kebetulan yang pertama dapat pelatihan itu adalah masyarakat Kota Kapur, yang sebelumnya datang ke Kantor Gubernur untuk audiensi minta bantuan dari Pemprov, karena mereka merasa belum pernah menerima bantuan,” katanya.

Dari situlah, Elfi mengungkapkan pihaknya diintruksikan langsung Gubernur untuk melakukan kegiatan di Desa Kota Kapur. Bersamaan dengan itu, akhirnya diadakan pelatihan Lidi Nipah di Kota Kapur, karena melihat potensi Lidi Nipah yang juga tinggi di daerah itu.

“Ketika menerima pelatihan dan mempraktekkannya di lapangan, ternyata mereka (masyarakat-red) antusias sekali, pun kala pelatihan sudah selesai ternyata masyarakat terus menerus mengambil Lidi Nipah,” ungkapnya.

“Karena mereka tertarik, kita pun mencoba membantu. Selain pelatihan kita juga menyalurkan dana KUR ke Kota Kapur. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki kapal atau perahu masyarakat Kota Kapur yang sudah rusak. Harapannya dengan perbaikan itu, selain masyarakat bisa untuk mengambil ikan bisa juga untuk mengambil Lidi Nipah itu. Sehingga terkumpul lah Lidi Nipah kurang lebih 12 ton, lalu dieskpor,” sambungnya.

Melihat masyarakat..

  • Halaman
  • 1
  • 2