Empat Hari Lagi Menuju Idul Adha, Sudahkah Anda Ber-Qurban?

Ahada
Empat Hari Lagi Menuju Idul Adha, Sudahkah Anda Ber-Qurban?
Seorang pequrban sedang menunaikan Qurbannya melalui Global Qurban-ACT Bangka Belitung. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --- Banyak manfaat yang didapat dari amalan yang dilakukan di 10 hari pertama Dzulhijjah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Nabi Muhammad pernah menyampaikan soal keutamaan amalan sunnah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. 

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).”

Ada ratusan ribu umat Islam Indonesia yang pada tahun ini harus rela batal menunaikan ibadah hajinya.

Padahal, tak sedikit dari mereka yang telah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kuota, mengumpulkan dana, serta belajar banyak hal.

Batalnya ibadah bukan sebuah kesedihan belaka, tapi ini dilakukan demi kebaikan bersama dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

“ Biasanya Ibadah Haji adalah puncaknya ibadah dibulan Dzulhijjah. Dengan ditiadakannya Ibadah Haji tahun ini, maka salah satu ibadah terbaik setelahnya yang dapat dilakukan adalah berqurban” kata Cherry Octoryan, PIC Markom ACT Babel.

Melalui tema Labbaik Berqurban Terbaik, Global Qurban – ACT Bangka Belitung mengajak masyarakat untuk memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk menunaikan kurbannya.

Luasnya wilayah distribusi qurban menambah luasnya manfaat yang dapat kita berikan kepada saudara-saudara hingga ke pelosok negeri.

Selain membuka layanan Booth Global Qurban, Global Qurban-ACT Bangka Belitung juga memberi kemudahan bagi pequrban yang ingin menunaikan dan meluaskan manfaat qurbannya.

Tanpa harus keluar rumah, pequrban dapat menunaikan qurbannya langsung melalui website https://bit.ly/BersamaGlobalQurban atau juga bisa menghubungi layanan Global Qurban-ACT Bangka Belitung di nomor 0823 3737 0377.

“Kami akan menyalurkan hewan kurban masyarakat ke berbagai daerah yang ada di Indonesia, khususnya wilayah recovery bencana, pelosok negeri, wilayah pedalaman dan sebagainya bahkan ke luar negeri seperti Palestina, Yaman, Afrika dan wilayah berpenduduk muslim lainnya.” pungkas Cherry. (*/BBR)

Penulis Diko Subadya/Rilis