Family Madu Maju Berkat Binaan Disperindagkop Basel

Admin
Family Madu Maju Berkat Binaan Disperindagkop Basel
Family Madu Foto :(Septi)

BANGKA SELATAN, BABEL REVIEW- Kepulauan Bangka Belitung memiliki hasil hutan yang sangat berlimpah diantaranya adalah sebagai penghasil madu. Salah satu madu yang paling diminati adalah Madu Pelawan yang bersumber dari lebah liar yang menghisap dari sari bunga pohon pelawan.

 Pelawan merupakan pohon langka dan menjadi tanaman khas Bangka Belitung. Madu yang dihasilkan dari lebah yang menghisap sari kembang pohon pelawan terkenal memiliki khasiat yang sangat bagus. Madu ini bersifat alami yang terbebas dari fermentasi, pestisida, pupuk serta polusi yang dapat merusak khasiat dari madu tersebut.

Madu pelawan memiliki kandungan koloid yang mampu mengobati segala penyakit. Salah satu pelaku usaha yang telah 15 tahun menggeluti bisnis madu pahit murni khas Pulau Bangka khususnya Kabupaten Bangka Selatan  adalah  Edi. 

Usaha ini ia warisi sebagai usaha turun temurun dari orang tua. “Dulu kita menjual produk madu ini masih menggunakan botol bekas minuman yang sudah tidak digunakan lagi dan kala itu harga madu pun sangatlah murah,” kata Edi. Edi memperoleh madu dari masyarakat di sekitar rumahnya yang beralamat di Raya Bikang Toboali.

Madu tersebut ia kumpulkan untuk kemudian dikemas menggunakan botol-botol.  Untuk membedakannya dari produk madu lain Edi menamai produk madu miliknya dengan nama Family Madu. “Selain madu pelawan,  ada juga jenis madu lain seperti madu karet, madu semek, madu bebeti, madu ules, madu tepak lang, madu lobang, madu lalat dan madu kelulud. Semua madu ini bercita rasa manis,” jelas Edi seraya menambahkan ia memasarkan berbagai jenis madu ini dalam kemasan 100 ml, 140 ml dan 350 ml.

Salah satu upaya yang ia lakukan untuk mengembangkan usahanya adalah dengan menjadi binaan Disperindagkop Kabupaten Bangka Selatan. Dari berbagai pelatihan yang ia ikuti bersama Disperindagkop Kabupaten Bangka Selatan, Edi semakin paham bagaimana seharusnya mengelola usaha miliknya. Berbagai inovasi ia lakukan baik dari cara pengemasan maupun tata cara pengolahan dan produksi.

“Kemajuan usaha saya tidak lepas dari bimbingan dari ibu Mila Rustin selaku utusan dari Disperindakg Kabupaten Bangka Selatan,” ujar Edi. Saat ini penjualan Family Madu sudah semakin meluas. Pesanan datang tidak hanya dari dalam Kabupaten Bangka Selatan namun juga dari berbagai kota lain seperti  Palembang,Jakarta,Bogor, dan sebagainya.

“Sekarang kita sudah jual online,semenjak kita jual online pesanan meningkat drastis. Kadang  kita sering kehabisan stok,” kata Edi. Perolehan madu yang bersifat musiman menjadi kendala tertentu bagi Edi karena pada waktu-waktu tertentu bahan baku sulit didapat. 

Hal ini pula yang menyebabkan Edi kemudian mulai mencoba beternak lebah Klaceng. “Ilmunya saya dapat saat mengikuti pelatihan cara beternak lebah selama lima hari di Kota Bogor dan Cibubur. Ini berkat ibu Bupati Kabupaten Bangka Selatan Ekawati Justiar yang memfasiliatasi saya dari awal sampai selesai pelatihan.

Terima Kasih Bu,” ujar pria kelahiran tahun 1979 ini. Sejak 2 tahun lalu beberapa pelaku UMKM membentuk sebuah himpunan khusus produk khas yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.”Semenjak itu semua UMKM yang ada di Bangka Selatan menjual produk meraka melalui wadah ini, termasuk produk saya sendiri,” tandas Edi. (BBR)


Penulis :Septi
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview