FPI Dukung Walikota Tutup Lokalisasi Teluk Bayur, Habib Minta Walikota Harus Tutup Juga Tempat Hiburan Malam Yang Maksiat

Ahada
FPI Dukung Walikota Tutup Lokalisasi Teluk Bayur, Habib Minta Walikota Harus Tutup Juga Tempat Hiburan Malam Yang Maksiat
Ketua DPW FPI Kota Pangkalpinang, Habib Salim Alhaddad

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Rencana Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil akan menutup lokalisasi Teluk Bayur dan akan menyulapnya menjadi Kampung Ibadah, mendapat banyak dukungan komponen masyarakat Pangkalpinang.

Salah satu dukungan diberikan oleh Ormas Front Pembela Islam (FPI) Kota Pangkalpinang. Rencana ini diharapkan segera terwujud dan bukan sekedar wacana saja.

Ketua DPW FPI Kota Pangkalpinang, Habib Salim Alhaddad menyatakan pihaknya mengapresiasi rencana Walikota Pangkalpinang tersebut.

Namun Habib mengingatkan Walikota untuk konsisten dengan apa yang sudah diungkapkannya ke publik, bahwa Dirinya berani menutup lokalisasi yang sudah ada sejak puluhan tahun silam tersebut.

"FPI akan selalu dan sangat mendukung sekali rencana Pemkot, dalam hal ini Walikota Pangkalpinang untuk menutup lokalisasi Teluk Bayur," ujar Habib kepada media, Minggu (2/2/2020).

Dengan penutupan lokalisasi ini, diyakini kejadian seperti human traficking  yang beberapa kali ditemukan di lokasi tersebut akan tidak terulang lagi.

"Adanya human traficking belum lama ini dapat meresahkan masyarakat. Dan bukan hanya itu saja, kita juga sangat mengharap agar memperhatikan tempat tempat hiburan malam lainnya yang belakang ini juga salah satu tempat yang diindikasikan adanya transaksi sex dan Narkoba," pinta Habib.

Setiap rencana yang berguna untuk kemaslahatan umat, kata Habib, DPW-FPI akan mendukung penuh rencana Pemkot Pangkalpinang.

Saat ini Walikota baru berani menyatakan menutup lokalisasi Teluk Bayur.

Harapan FPI, Walikota juga akan berani menutup lokasi-lokasi lainnya yang bernuansa maksiat.

"Jika kebijakan ini konsisten dilakukan, maka  citra baik Kota Pangkal Pinang sebagai salah satu kota Melayu dan tua bisa jadi kota seribu senyuman. Bagaimana bisa jadi kota seribu senyuman jikalau masih saja mempertahankan tempat seperti itu di kota ini. Dan  yang paling kita kuatirkan adalah murka Yang Maha Kuasa yang akan menimpa kita semua, akibat adanya tempat tempat seperti itu. Mereka bermaksiat kita semua yang akan kena azabnya“, kata Habib salim.

Atas kebijakan Walikota Pangkalpinang ini, Habib menyatakan, DPW-FPI Kota Pangkalpinang siap mengawal untuk menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar dan sangat mendukung dan siap mengawal rencana  walikota untuk menutup lokalisasi Teluk Bayur.

"Apalagi lokasi ini nantinya akan dijadikan kampung religi yang akan menjadi tempat yang positif," tukas Habib. (BBR)