Fraksi Gerindra Kecewa Ketidakhadiran Sekda Bangka Di Rapat Lintas Komisi DPRD Bangka

Ibnuwasisto
Fraksi Gerindra Kecewa Ketidakhadiran Sekda Bangka Di Rapat Lintas Komisi DPRD Bangka
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bangka, M Taufik Koriyanto SH MH, Senin (6/4/2020). (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bangka, M. Taufik Koriyanto SH MH mengatakan jika pada hari Senin 6 April 2020 telah di jadwalkan untuk melakukan rapat gabungan komisi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Bangka dalam rangka untuk membahas penggunaan anggaran APBD tahun 2020.

Sementara itu setelah pihak DPRD menunggu kehadiran Sekda Bangka sampai pukul 11:00 wib tetapi yang bersangkutan tidak hadir. Maka atas tidak adanya keterangan ketidakhadiran Ketua TAPD tersebut, pihaknya merasa dikecewakan.

"Semestinya orang bersangkutan (Sekda Bangka red.) jika tidak dapat hadir, seharusnya menyampaikan surat tertulis jika masih ada kegiatan lainnya. Tetapi sampai jam 11:00 wib, tidak ada pemberitahuan sama sekali kenapa yang bersangkutan tidak dapat menghadiri undangan dari DPRD ini," ujarnya, Senin (6/4/2020).

Selanjutnya, fraksi dari Gerindra akan menyurati secara resmi dan internal kepada ketua TAPD terkait ketidakhadirannya. Ia menegaskan jika pihaknya masih memegang komitmen Sekda Bangka beberapa minggu yang lalu bahwa ketika dipanggil secara resmi oleh pihak DPRD akan hadir jika terkait dengan program pembangunan untuk daerah.

"Waktu itu Sekda pernah sampaikan jika siap 24 jam jika dipanggil untuk pembahasan pembangunan daerah, tapi buktinya hari ini sudah kita tunggu sampai pukul 11:00 wib orang yang bersangkutan tidak hadir dan tanpa ada keterangan apapun. Tentunya kita sangat kecewa dengan keadaan seperti ini," imbuh Ketua Fraksi Gerindra.

Ia menegaskan jika salah satu pembahasan rapat hari ini adalah tentang penggunaan dana DID untuk Covid-19. Sampai hari ini pemerintah daerah belum memberikan keterangan secara detail terkait penggunaan anggaran sebesar 38 milyar untuk penangan Covid-19 kepada pihak DPRD Bangka.

"Kami sebenarnya sangat berharap rapat ini dapat terlaksana, jadi kami dari Fraksi Gerindra menghimbau kepada Sekda Bangka untuk memberikan anggota dewan rencana anggaran kerja (RAK) penggunaan anggaran 38 milyar itu. Agar kami sebagai anggota dewan dapat menjelaskan kepada masyarakat peruntukkan dana sebesar itu untuk apa saja. Apakah dana tersebut untuk pengadaan alat kesehatan saja atau ada anggaran yang diperuntukkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 ini," katanya.

Menurutnya, pihak legislatif harus dilibatkan dalam pembahasan penggunaan pergeseran anggaran 38 milyar dari DID. Tetapi fakta yang terjadi pihak legislatif tidak dilibatkan dalam pembahasan tersebut, artinya ini menandakan adanya ketidak sejalanan azaz penyelenggaraan negara yang bersih dan transparan.

"Seharusnya antara pihak eksekutif dan legislatif itu harus sejalan dan sinergi karena peran kita sebagai penyelenggara pemerintah daerah. Inilah yang membuat kawan-kawan di DPRD merasa kecewa terhadap pemerintah daerah. Jadi nantinya apa yang bisa kita jawab dengan pertanyaan dari masyarakat terkait dengan penggunaan anggaran 38 milyar untuk penanganan Covid-19 itu.Saya ingin berpesan kepada pemerintah daerah supaya penggunaan anggaran 38 milyar ini jangan menimbulkan masalah baru," tutupnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review