Fraksi Gerindra Sarankan Penundaan Pengesahan Raperda Perumda Alam, Taufik: APBD Kabupaten Bangka Sedang Defisit

Ahada
Fraksi Gerindra Sarankan Penundaan Pengesahan Raperda Perumda Alam, Taufik: APBD Kabupaten Bangka Sedang Defisit
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangka M Taufik Koriyanto. (Foto: ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID --Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Bangka meminta agar  pengesahan  Raperda Tentang Penyertaan Modal terhadap Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Agro Lestari Mandiri (Alam) ditunda dahulu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Gerindra M Taufik Koriyanto dalam rapat pembahasan tiga Raperda yakni Raperda Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Badan Musyawarah Desa, Raperda Tentang Perangkat Desa, dan Raperda Tentang Penyertaan Modal kepada Perumda Alam antara Pansus I, II dan III dengan OPD terkait di Gedung DPRD Kabupaten Bangka, Senin (08/06/2020).

Dikatakan Taufik, berdasarkan jadwal Banmus yang telah ditetapkan, tiga Raperda tersebut akan disahkan melalui Rapat Paripurna pada tanggal 29 Juni 2020 mendatang.

"Kami dari Fraksi Gerindra meminta kepada kawan-kawan khususnya di Pansus III untuk menunda pengesahannya berdasarkan analisa pembahasan Pansus III dengan OPD terkait," harap Taufik.

Menurut Taufik, sejak awal Fraksi Gerindra dalam pandangan umum yang telah dibacakan dalam Rapat Paripurna sebelumnya hanya menerima dua Raperda untuk dibahas sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yaitu Raperda Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Badan Musyawarah Desa dan Raperda Tentang Perangkat Desa.

Sedangkan terhadap  satu Raperda Tentang Penyertaan Modal kepada Perusahaan Umum Daerah Agro Lestari Mandiri ditolak dan tidak dapat menerima serta menyetujuinya untuk dibahas sesuai dengan mekanisme dalam peraturan perundang-undangan.

"Kami dari Fraksi Gerindra hanya mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak memaksakan kehendaknya dalam rangka pengesahan Raperda tentang Penyertaan Modal Perumda Alam," tegas Taufik.

Masih menurut Taufik, desakan penundaan pengesahan Raperda tentang Penyertaan Modal terhadap Perumda Alam lantaran Fraksi Gerindra mempertimbangkan kondisi keuangan daerah dan sejumlah fasilitas yang belum dimiliki oleh perusahan plat merah itu.

"Alasan permintaan penundaan ini karena mengingat  kondisi APBD Kabupaten Bangka defisit, ini alasan pertama. Kedua, saat ini Perumda Alam belum mimiliki fasilitas seperti kantor, peralatan kantor, pegawai atau admin dan lain-lain. Ketiga, telah terjadi pergesaran angaran APBD Kabupaten Bangka sebesar 138 Milyar untuk pencegahan, penangan dan pemulihan Covid-19. Jadi jangan dibebankan lagi APBD Kabupaten Bangka yang sudah defisit dengan penyertaan modal Perumda Alam yang dengan modal dasar  berupa  uang  dan barang  sebesar Rp 119.268.647.072," ungkap Taufik. (BBR)
Laporan Ichsan Mokoginta Dasin