Gagap Politik Mitigasi Ujian Covid-19

kasmirudin
Gagap Politik Mitigasi Ujian Covid-19
Kevin Sabri

MENCATAT sejarah di tahun 2020 munculnya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di hampir seluruh belahan dunia, berdampak pada berkelanjutan proses gagap mitigasi yaitu proses mencegah penularan Covid-19 ini dalam suatu tindakan yang nyata. Kita bukan lagi diajari bagaimana cara menumbuhkan ekonomi yang berkualitas, tetapi diajari bagaimana cara menjaga kesehatan dan mencuci tangan. Manakala upaya untuk mengurangi resiko bencana dari wabah covid-19, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran masyarakat dalam melihat mitigasi yang terjadi di setiap wilayah untuk peningkatan kemampuan ancaman bencana wabah Covid-19. Wabah virus corona telah berdampak pada sektor pendidikan, ekonomi, bahkan kerisisnya lapangan pekerjaan di akibatkan proses pencegahan penularan yang membengkak di berbagai wilayah. 

Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan terancam hak-hak pendidikan mereka. Bahkan kerisis ekonomi yang semakin meningkat di berbagai wilayah yang terkena wabah Covid-19. Sejauh ini dari data yang menilik proses ancaman Virus Covid- 19 sudah sebanyak 187 Negara mengklaim telah tercangkit oleh virus yang bermula dari Wuhan, China tersebut. Maka dengan kasus yang terkonfirmasi sebanyak 334.981 kasus dan telah menewaskan 14.652 jiwa di seluruh dunia dan terkhusus Indonesia 893 positif Corona, 78 meninggal dunia serta 35 sembuh. Bagian di Pulau Sumatra sudah merah semua + Covid-19, tinggal dua provinsi yang belum memerah yaitu Provinsi Bengkulu dan Bangka Belitung. Hal ini jangan membantah intruksi dari pemerintah. Perintah ini hanya melakukan kaum rebahan yaitu #dirumahsaja. Konkritnya Islam memang jelas yang berpegang teguh, seperti kita memiliki tuhan yang memberikan takdir kepada siapa yang dikehendaki. Tetapi hal ini harus kita lakukan dengan iktiar dengan berahli ke takdir satu ke takdir yang lain, agar tidak terjadinya penularan (Takut Jangan, Waspada Harus). Sumber:konferensi pers juru bicara penanganan corona Achmad yurianto.

China juga mengatakan, bahwa ia menjadi satu-satunya penyelamat bagi negara-negara lain dengan menyuplai kebutuhan pokok dan tenaga medis. Padahal telah diketahui bahwa virus tersebut memang benar-benar berasal dari pasar tradisional Huanan di China. Akan tetapi mereka berusaha mengubah pandangan publik dengan melakukan propaganda politik pasca wabah Covid-19. Dan China mempekerjakan 1.600 pekerja untuk membuat propaganda, hal ini dengan jelas bisa kita lihat bahwa terjadi peperangan politik antar negara. Soal dari efektifitas yang terjadi sulit dibenarkan kebenarannya, karena gagap politik untuk saling menciptakan kebenaran. Harus diakui bahwa menyikapi persoalan informasi sangat beterbangan di public, bahkan ada yang menciptakan berita hoax hanya ingin membuat kekacauan negara dalam mengkoordinisir informasi yang disampaikan kepada masyarkat luas.

Jika kondisi ujian Covid-19 ini terus meningkat, maka dapat dipastikan dampaknya terhadap pendidikan, ekonomi, serta rendahnya kualitas pekerjaan menjadi tolak ukur penduduk. Hal ini harus ada tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah di setiap daerah untuk tetap menstabilkan kualitas orientasi penduduknya dalam ikut serta  perintah sementara waktu, agar tidak terjadinya penularan terhadap satu individu dengan individu lainnya. Dampak yang paling dikhawatirkan adalah efek jangka Panjang, sebab para siswa dan mahasiswa secara otomatis akan merasakan keterlambatan dalam proses pendidikan yang dijalaninya. Hal ini bisa mengakibatkan pada terhambatnya perkembangan kematangan mereka di masa yang akan mendatang. Apabila Covid-19 ini tidak segera berakhir dengan kebijakan penundaan proses belajar mengajar pada kalangan siswa dan mahasiswa serta masyarakat pada dasarnya.

Mitigasi ujian covid-19

Seluruh dunia digemparkan dengan virus kecil yang sangat mematikan yang disebut dengan Covid-19. Hal ini sangat berdampak pada penanggulangan kemiskinan, pendidikan serta upaya-upaya dalam meningkatkan perubahan-perubahan yang dilakukan pemerintah dalam memutuskan penyebaran Virus Corona di berbagai wilayah Indonesia yang pada saat ini berbagai wilayah sudah terinfeksi dengan virus mematikan ini. Ini ujian bagi umat manusia di bumi yang banyak berperilaku buruk yang dilakukan manusia terhadap alam maupun sesama mereka atas kejahatan yang dilakukan mereka sendiri, yang mengakibatkan semuanya mengalami hal yang sama umpama manusia disatukan dalam satu perahu di pertengahan laut samudera, akan tetapi ada satu orang saja yang membocorkan perahu tersebut makan akan dipastikan akan terjadi mala petaka yaitu mengakibatkan semuanya pasti akan tenggelam di dasar laut. Artinya, satu orang pembuat dosa bukan hanya dia yang kena imbasnya, tetapi semua orang akan merasakan hal yang sama atas perbuatan dosanya seperti zina, dan keburukan lainnya. 

Kemudian upaya pemerintah sangat tepat dalam mengupayakan pencegahan penularan Covid-19, yaitu membentuk kaum rebahan yang terkenal #dirumahsaja. Hal ini semata-mata agar Virus Covid-19 tidak terinfeksi kepada orang lain dan tidak juga membahayakan diri mereka sendiri. Berbagai ujian yang nyata yang terjadi di kehidupan mereka yaitu penundaan proses belajar, penundaan perdagangan serta terhambatnya proses ekonomi yang terjadi setiap masyarakat, bukan hanya satu atau dua orang yang merasakan hambatan-hambatan dalam menghadapi ujian Covid-19 ini. Tetapi ribuan jiwa penduduk yang merasakan hal kegelisahan dan kekhawatiran berbagai pemikiran yang menyelimuti proses mitigasi dalam wujud yang nyata yang dilakukan pemerintah yaitu lockdown.

Dengan metode pembelajaran secara online ini, tentunya berdampak pada efektivitas pembelajaran baik di kampus maupun di sekolah-sekolah, kebijakan menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh pun menuai pro dan kontra di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka menilai dengan adanya pembelajaran via online, ini tugas-tugas menjadi menumpuk dan menjadi tekanan tersendiri untuk mereka. Walau kekhawatiran akan menyebar-luasnya virus ini menjadi berkurang, tetapi dengan media pembelajaran seperti ini akan menjadikan para pelajar stress dengan banyaknya tugas yang diberikan. Ini perlu menjadi bahan pertimbangan guru dan dosen dalam metode pembelajaran semacam ini.

Kemudian hal yang perlu menjadi catatan selanjutnya adalah ketersediaan jaringan untuk mengakses internet, sebab tidak semua pelajar berasal dari lingkungan perkotaan. Metode pembelajaran secara online ini tentunya memerlukan ketersediaan akses internet yang baik, dan tidak semua daerah asal pelajar memiliki akses internet yang baik pula tentunya. Ditambah lagi dengan tingkat ekonomi yang berbeda, pelajar-pelajar dan mahasiswa yang berasal dari daerah tidak sedikit yang orang tua nya bekerja sebagai serabutan maupun petani, yang sudah jelas tidak akan sanggup jika harus memenuhi kebutuhan paket data internet untuk anaknya setiap saat.

Masyarakat gagap menyikapi covid-19

Virus ini merupakan salah satu dari tiga ancaman terbesar di dunia. Dua lainnya adalah perubahan iklim dan perang nuklir. Pendapat-pendapat di atas tentunya membuat masyarakat khawatir dan menyeramkan ketika ditarik pada wabah teori-teori konspirasi tersebut. Menurut lembaga kesehatan Amerika Serikat, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), nama corona berasal dari bahasa latin yang berati “mahkota”. Lebih jauh lagi, CDC menjelaskan bahwa Covid-19 merupakan keluarga besar virus dengan gejala yang menyerupai pilek atau flu, mulai dari batuk, demam, gangguan tenggorokan, atau hidung meler. Sehingga dapat membuat kebingungan masyarakat Covid-19 ini berbentuk apa dan gejalanya seperti apa. Sampai-sampai wabah ini menggentarkan seluruh dunia yang mengakibatkan masyarkat gagap dalam menyikapi persoalan virus covid-19 yang sangat-sangat menggetarkan kekhswatiran setiap warga.

Wabah Virus Corona ini yang biasa dikenal dengan sebutan Virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan China dan berimbas kepada perhatian dunia. Virus Corona atau Covid-19 juga menyebar pesat ke pelosok negara-negara di dunia ini. Tak lepas dari negara Indonesia pun terkena. Hal ini tak patut yang mana yang harus disalahkan dalam dan muncul sumber perkaranya. Jelas hal ini hanya sebagai teguran keras oleh tuhan kepada hambaNya, agar mengetahui keagungan-Nya sebaik-baik tempat meminta perlindungan. Dari berbagai data yang ditemukan maka masyarkat Indonesia harus saling membahu untuk melawan Virus Corona atau Covid-19 secara bersama-sama dengan mengikuti perintah pemerintah untuk saat ini, dikarenakan maraknya bahaya Virus Corona akan mengakibatkan cepatnya penularan kepada orang lain. (#dirumahsaja)

Indonesia sendiri sudah mengimbau kepada masyarskat untuk lockdown dan social distancing, gagasan seperti ini yang harus kita dukung supaya penyebaran Virus Corona atau Covid-19 tidak meluas dan masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan menghindari kontaks langsung pada hewan. Hal ini banyak para penjabat mencari kesempatan dengan berbagai tindakan yang dilakukan seperti masih adanya dinas luar yang dilakukan pemerintah kita sendiri. Hal ini tidak menutupi kemungkinan setelah balik dari dinas luas akan mengkhawatirkan keluarga dan orang-orang di sekelilingnya, dampak dari politik mitigasi dalam mengambil kesempatan sangat berbahaya apabila hal ini masih ada menganggap hal remeh wabah corona ini, serta kita sebagai masyarakat harus senantiasa menjaga dan mengantisipasi penularan Virus Corona atau Covid-19.

Hoaks beredar di mana-mana untuk menciptakan politik mitigasi dengan merancangkan berbagai kepentingan-kepentingan yang tidak masuk akal. Dalam hal ini masyarakat harus jernih membandingkan infromasi yang di dalam dengan referensi yang lain. Sehingga tidak menelan informasi itu mentah-mentah yang menjadikan kita beropini salah kaprah. Hal ini yang menjadi politik adu domba sesama kalangan masyarakat, sehingga mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar mencari suatu kebenaran yang memicu perkembangan wabah Virus Corona ini semakin meningkat di berbagai wilayah. Pada akhirnya, tugas kita sebagai masyarakat haruslah menerima segala kebijakan pemerintah di tengah merebaknya wabah corona pada saat ini. 

Bukan keputusan yang mudah namun tentunya ini untuk kebaikan bersama. Kondisi kesehatan pelajar dan mahasiswa beserta keluarganya tentunya menjadi fokus utama pemerintah, agar virus corona tidak semakin parah penyebarannya virus di kemudian hari. Semoga kita semua bisa melewati wabah Virus Corona atas teguran tentara Tuhan kepada hamba-Nya untuk terus tawakal dan ikthiar dalam segala bencana serta saling menjaga dan bekerja sama kepada pemerintah dalam melaksanakan anjuran dirumah saja demi memutuskan penularan Virus Corona terhadap orrang lain dan untuk melindungi kita dari sebuah ancaman tersebut. (BBR)

 

Penulis : (Mahasiswa Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB/ Penggiat Literasi Kosada Babel)

Editor   : Kasmir