Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berpotensi menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Hal ini setelah adanya Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menggelar konsultasi publik terkait penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pada Rabu (15/10/2025).
Bupati Bangka Barat, Markus, menyampaikan saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait rencana tersebut.
“Saya belum mendapat laporan resminya, mereka juga kan baru sosialisasi, konsultasi publik,” ungkap Markus, Jumat, 17 Oktober 2025.
Lebih lanjut, ia berharap pihak Bapeten dapat menyampaikan rencana tersebut secara resmi kepadanya.
“Kami berharap mereka bisa menyampaikan ke kita juga. Kita lihat respon masyarakat kita seperti apa,” jelasnya.
Sementara itu, ia menjelaskan rencana pembangunan PLTN ini merupakan program pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah hanya dapat menunggu dan merespon masyarakat sekitar.
“Kita belum bisa memberikan sikap. Karena bukan program pak Bupati. Ini program pusat” jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta warga Bangka Barat tetap kondusif dengan adanya rencana pembangunan PLTN dan semua wewenang tergantung pada warga.
“Kita berharap warga kita kondusif. Tergantung masyarakat,” tukasnya.







