Gara-Gara Aplikasi "Milenial Nakal" Ini Viral, Babel Jadi Terkenal

Ahada
Gara-Gara Aplikasi
Alghozi (kiri) bersama Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Stafsus Gubernur Babel Prof Safaruddin (kanan), di ruang kerja Gubernur Babel. (Ist/disway.id/facebook catatan dahlan iskan )

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kini nama Alghozi menjadi perbincangan masyarakat Bangka Belitung.

Tidak saja di dunia maya jadi bahan diskusi, di dunia nyata pun Alghozi jadi bahan inspirasi.

Alghozi menjadi viral saat ini, setelah Dahlan Iskan membuat sebuah tulisan tentang profil Ahmad Alghozi Ramadhan, yang diposting dalam media www.disway.id.  

Postingan mantan Menteri BUMN era SBY yang mengupas sosok penemu dan pencipta aplikasi FightCovid19.ID tersebut, kontan saja menjadi perbincangan banyak orang.

Ribuan orang telah membaca tulisan tersebut dan ribuan orang juga telah membagikan tulisan tersebut.

Alghozi, begitulah sebutan "Milenial Nakal" oleh Dahlan Iskan ini, telah membuka mata masyarakat Bangka Belitung dan nasional.  

Seorang anak muda asal Pangkalpinang Bangka Belitung ini, telah menyumbangkan karyanya untuk membantu mengatasi penyebaran covid19.

Memang bukan berbentuk obat ataupun APD yang disumbangkan Alghozi.

Hanya saja aplikasi yang sekarang digunakan Pemprov Babel dalam memetakan penyebaran covid19 ini, ternyata  sangat membantu Pemprov Babel dalam mengukur dan memetakan penyebaran Covid19 di wilayah Bangka Belitung.

Aplikasi yang sempat ditawarkan keberbagai pihak ini, yang sebelumnya tidak mendapat respon, berbeda setelah ditawarkan kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Bagi Gubernur Erzaldi temuan atau ciptaan Alghozi ini bagaikan mata air yang ditemukan di padang pasir di tengah terik panas matahari.

Aplikasi ini menjadi suplemen dan penyemangat Pemprov Babel untuk segera memutuskan rantai corona, paling tidak di Negeri Serumpun Sebalai ini.

Gubernur Babel yang selama satu bulan ini bekerja keras bersama para bupati dan walikota serta forkopimda mencari solusi memutus rantai penyebaran covid19 ini, semakin bersemangat dengan adanya aplikasi ciptaan Alghozi.

Sejak diperkenalkan Staff Khusus Gubernur Prof Safarudin, Erzaldi langsung tertarik menggunakan aplikasi ciptaan Alghozi.

Tidak banyak pertimbangan dan pertanyaan, Gubernur Erzaldi langsung meminta Alghozi untuk menggunakan aplikasi ciptaannya dalam membantu Sekretariat Gugus Tugas Covid19 Bangka Belitung.

Gubernur Erzaldi meyakini dalam era digitalisasi ini, maka pemanfaatkan teknologi menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan secara cepat, tepat, efektif dan efisien.

Karenanya, setelah mendapat paparan dari Alghozi terhadap aplikasi FightCovid19 ini, Gubernur Erzaldi langsung setuju menggunakan aplikasi tersebut.

Jadilah sekarang Bangka Belitung sebagai salah satu prvovinsi di Indonesia yang memiliki aplikasi canggih dalam memetakan penyebaran Covid19.  

Setiap orang dari zona merah covid19 yang datang ke Bangka Belitung, yang masuk melalui Bandara Depati Amir dan Bandara HAS Hanandjoedin serta seluruh pelabuhan laut di wilayah Babel akan mendapatkan gelang covid19. 

Gelang ini akan terhubung dengan aplikasi FightCovid19.id ciptaan Alghozi.

Melalui aplikasi ini semua Orang Dalam Pemantauan (ODP) bisa diketahui keberadaan dan aktivitasnya.

Bagi ODP yang menggunakan gelang khusus ini, diwajibkan mengunduh aplikasi Fight Covid-19. 

Lewat aplikasi tersebut nantinya petugas dapat memantau pergerakan atau aktivitas yang bersangkutan termasuk kondisi kesehatan ODP.

Untuk itu, ODP diwajibkan mengupdate kondisi perkembangan kesehatannya melalui aplikasi tersebut, agar petugas lebih mudah melakukan pemantauan.

"Insya Allah setelah memakai sistem aplikasi Fight Covid-19 kita bisa memantau kesehatan dan mendeteksi keberadaan ODP, agar tidak kemana-mana. Karena ODP yang berkeliaran dengan aplikasi tersebut akan ketahuan," ujar Gubernur Erzaldi.

Selain itu juga melalui aplikasi tersebut, kata Gubernur, kita bisa mengetahui perkembangan kesehatan ODP bersangkutan.

Apabila ternyata suhu tubuhnya tinggi di aplikasi tersebut akan terdeteksi dan petugas akan segera mendatangi dan menindaklanjuti.

Untuk itu diharapkan ODP  selalu menghidupkan handphone-nya selama 14 hari atau selama masa pemantauan.

Pemasangan gelang khusus bagi ODP ini sendiri sudah dimulai pada Rabu (8/4/2020), di bandara dan pelabuhan.

Sehingga praktis aplikasi Alghozi ini juga sudah bekerja memetakan penyebaran covid19.  

Gara-gara aplikasi Alghozi ini, Bangka Belitung banyak diperbincangkan ditingkat nasional.

Gubernur Babel Erzaldi yang dengan sigap memanfaatkan aplikasi Alghozi ini, dinilai cerdas mengambil sikap di tengah kegalauan dan kecemasan provinsi dan daerah lain di Indonesia menghadapi penyebaran covid19.

Melalui aplikasi ciptaan Alghozi ini, diharapkan persoalan penyebaran covid19 di Babel bisa segera didatakan, lalu dipetakan untuk diambil sikap dalam menyelesaikan pandemi covid19 ini.

Dengan aplikasi ini, akan diketahui siapa saja yang harus dirawat dan disembuhkan.

Selain itu, dengan adanya data ini, diharapkan masyarakat Babel yang masih sehat, bisa menjaga diri dan keluarganya, agar tidak masuk dalam lingkaran orang yang sudah terdata berpotensi terpapar covid19.

Dengan data yang cepat dan akurat, maka kita bisa saling menjaga, namun silahturrahmi tetap terpelihara. (BBR)
Laporan: @hada