Gara-gara Kisah Sedih Gadis Perlang Ini, Studio Indosiar Banjir Air Mata

Ahada
Gara-gara Kisah Sedih Gadis Perlang Ini, Studio Indosiar Banjir Air Mata
Sinta Dewi akrab disapa Cinta di dampingi sang ayah Sujarno, saat tampil di LIDA 2020, di studio Indosiar, Sabtu (1/2/2020). (Foto: ist)

BANGKATENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- I Love Ibu. Begitulah Cinta menyampaikan kerinduannya kepada sosok seorang ibu yang belum pernah dilihatnya.

Air mata Cinta tak mampu Ia tahan saat meluapkan kerinduannya ini, usai tampil menendangkan lagu berjudul Ikhlas, pada kontes dangdut terbesar di Indonesia, yakni Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020.

Cinta, begitu gadis berusia 14 tahun ini akrab disapa, tidak menyia-nyiakan ketika Ramzi salah satu host Lida 2020, mengizinkan dirinya menyapa ibu yang tidak tahu keberadaan tersebut.

"Aku sayang Ibu. Aku ingin bertemu Ibu," ucap Cinta yang bernama lengkap Sinta Dewi ini.

Di samping Cinta berdiri ayahnya. Sambil memeluk pundak Cinta, Sang ayah Sujarno juga tak kuasa membendung air matanya.

Saat ditanya apakah Sujarno mengizinkan Cinta bertemu ibunya, jika suatu saat keberadaan sang ibu ditemukan, Sujarno menganggukkan kepala.

"Silahkan saya izinkan. Meski saya tidak ada hubungan lagi dengan ibunya, tapi Cinta tetap anaknya," ujar Sujarno.

Pria dua anak ini menjelaskan bahwa Cinta ditinggal ibunya sejak usia 1,5 tahun. Saat itu istrinya menjadi TKW di Hongkong.

Namun hingga sekarang istrinya tidak kembali lagi ke rumah mereka di Desa Perlang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Ibunya Cinta tidak pernah kembali lagi. Dia sudah hidup bersama orang lain," ujar Sujarno.

Sejak Cinta berusia 1,5 tahun  tak pernah lagi mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Dan karena cintanya dengan dua anaknya itu, hingga sekarang Sujarno belum menikah lagi.

Hari-hari Sujarno bersama kedua anaknya dihabiskan dengan hidup dari kebun-kebun sahang milik tetangga mereka.

Bagi Sujarno hidup harus berlanjut, dan harus menyiapkan masa depan untuk si putra sulung dan si bungsu putri.

Tanpa kenal lelah Sujarno mengais rezeki. Sehabis upahan di kebun sahang, siang hari hingga malam Sujarno menjalani profesi sebagai tukang pijat atau urut.

Tangannya yang kuat tersebut mampu memijat 4-5 orang perhari dengan bayaran seikhlasnya.

Meski ditinggal istrinya, Sujarno mengaku tidak dendam. Ia tetap memberi ruang untuk anak-anaknya agar selalu mendoakan ibu mereka dan tetap menyayangi mantan istrinya tersebut.

"Aku pengen memeluk Ibu. Dimana engkau ibu," teriak Cinta, sembari meneteskan air mata.

Kisah sedih Cinta yang ditayangkan langsung TV Indosiar ini telah membuat empat mentor dan tiga host LIDA 2020 Indosiar tak mampu menahan tumpahan air mata.

Apalagi mendengarkan lagu berjudul Ikhlas yang dinyanyikan penuh penghayatan oleh Cinta ini, makin membuat deras air mata mengalir.

Kesedihan tidak saja dirasakan para mentor LIDA 2020, tetapi juga dirasakan ribuan penonton yang menyaksikan langung Cinta tampil di dalam studio Indosiar.

Setidaknya lebih dari setengah jam studio Indosiar banjir air mata.

Tidak sia-sia Cinta tampil di panggung LIDA 2020, Sabtu (1/2/2020) malam.

Lantunan syair penuh penghayatan yang dibawa secara apik, telah menghantarkan Cinta lolos ke babak selanjutnya setelah mendapat poling tertinggi dengan nilai 29,18 persen.

Berkat penampilannya tersebut, Cinta yang tergabung di top 70 grup lima merah  ini akan kembali tampil.

Harapan Cinta mendapat dukungan dari masyarakat Bangka Belitung, hingga ahkhirnya bisa menjadi juara LIDA 2020.

"Aku ingin membahagiahkan ayahku dan ingin membuktikan kepada ibuku. Aku juga ingin mengharumkan Provinsi Bangka Belitung," ujar Cinta. (BBR)

Penulis: @hada