Gas Elpiji 3 Kg Langka, Rio Setiady: Apakah Ada Permainan atau Spekulan?

Irwan
Gas Elpiji 3 Kg Langka, Rio Setiady: Apakah Ada Permainan atau Spekulan?
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang Rio Setiady

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang melaksanakan rapat bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pangkalpinang dalam agenda mendengarkan pendapat umum, Selasa, (2/2/2021), di Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang Rio Setiady menyebutkan, saat ini DPRD Kota Pangkalpinang menerima banyak keluhan dari masyarakat, terkait dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg, yang semakin sulit didapatkan dan harganya yang diatas HET.

"Setelah berkomunikasi di rapat tersebut ternyata memang kewenangan untuk regulasi distribusi gas elpiji 3 kilogram ini bukan di Pemkot Pangkalpinang, tetapi ada di Pemprov Babel. Sementara masyarakat yang merasa kesulitan mendapatkan gas 3 melon ini sering kali mengadu ke Pemkot," kata Rio.

Menurut Rio, kelangkaan gas melon ini tentu menyangkut kepentingan masyarakat Pangkalpinang, kemudian tidak mungkin dibiarkan begitu saja tanpa solusi.

"Maka kami minta kepada Disperindag untuk pro aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi atau pun Pertamina dan menyampaikan keluhan yang ada di masyarakat," ungkapnya.

Politisi PKS ini juga membeberkan, pihaknya secara langsung melihat masyarakat mengantri untuk mendapatkan gas 3 kilogram ini, padahal jelas peruntukkan gas bersubsidi hanya untuk masyarakat yang menengah ke bawah.

Tak hanya itu, ketika gas elpiji 3 kilogram datang di pangkalan, hampir dipastikan akan terjadi kerumunan untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

"Apakah ada permainan atau spekulan? saya kira ini perlu ditelusuri jangan sampai masyarakat di bawah yang menjadi korban," ucapnya. (BBR)

Laporan: Gusti

Editor: Irwan