Gelar Famtrip Media 2020, Kemenparekraf Pantau Kesiapan Destinasi Wisata Babel Terapkan CHSE

Admin
Gelar Famtrip Media 2020, Kemenparekraf Pantau Kesiapan Destinasi Wisata Babel Terapkan CHSE
Staf Kemenparekraf RI, Sandi sedang mencoba menghiupkan api untuk memasak air di lokasi Destinasi Kampoeng Tige Urang Masjid Kayu, di Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (22/11/2020). (tim)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pandemi covid-19 yang belum usai ini, membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) RI terus berusaha mencari strategi, agar kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata di seluruh Indonesia kembali bergairah.

Kondisi inilah yang menjadi lecutan semangat bagi Kemenparekraf RI untuk terus meningkatkan promosi pariwisata secara masif.

Salah satu strategi yang dimainkan Kemenparekraf tahun 2020 ini adalah mengajak insan media, untuk ikut mempromosikan kesiapan destinasi wisata di daerah dalam upaya menjamu para wisatawan.

Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mendapat perhatian dari Kemenparekraf RI.

Melalui program Simulasi CHSE pada Media Famtrip 2020, Kemenparekraf RI menajak lima media lokal di Bangka Belitung, diantaranya Babel Review (Tabloid BABELREVIEW dan online babelreview.co.id), Wow Babel, Antara, Rakyat Pos dan Okeybozz.com, untuk mensosialisasikan kesiapan destinasi wisata menerima wisatawan di masa pandemi covid-19 ini.

Selama 2 hari mulai tanggal 22-23 November 2020, Famtrip Media mengunjungi 10 destinasi wisata.

Pada hari pertama, Minggu (22/11/2020), Famtrip Media mengunjungi lima destinasi wisata,  antara lain Masjid Kayu Kampoeng Tige Urang, Puri Tri Agung, Pantai Tikus Emas, Kebun Bunga Celosia Garden Ake dan Pantai Tongaci (Delocomotif).

Selain Masjid Kayu  Kampoeng Tige Urang yang terletak di Kota Pangkalpinang, ke empat destinasi wisata lainnya berada di wilayah Kabupaten Bangka.

Pelaksanaan program Famtrip Media ini dimaksudkan untuk penguatan pencitraan destinasi wisata di Bangka Belitung.

Tujuannya meyakinkan para wisatawan lokal maupun luar untuk tidak ragu berwisata di Bangka Belitung.

Mulai pukul 08.00 WIB, tim Famtrip Media Bangka Belitung bergerak dari Hotel Soul Marina Bangka Tengah.

Tujuan pertama adalah Masjid Melayu Kampoeng Tige Urang, yang terletak di Keluarah Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Jarak tempuh dari pusat Kota Pangkalpinang sekitar 9 kilometer saja.

Mengendarai bus travel, waktu tempuh ke lokasi destinasi wisata milik Herri Thalib ini hanya ditempuh sekitar 25 menit.

Saat perjalanan menuju lokasi Kampoeng Tige Urang, Tim Famtrip Media yang di dampingi Staf Kemenparekraf RI Sandi dan Tour Guide Yudi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Pangkalpinang, merasakan suasana kampung.

Jalan yang sebagian masih tanah merah ini, pada bagian kiri dan kanan jalan terlihat kebun nanas, sahang dan karet serta kelekak (kebun yang berisi beragak jenis tanaman) milik petani lokal Kelurahan Tuatunu.

Tim Famtrip Media 2020 berada di Kampoeng Tige Urang Masjid Kayu, di Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Babel, Minggu (22/11/2020). (tim)

Tim Famtrip Media 2020 berada di Kampoeng Tige Urang Masjid Kayu, di Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Babel, Minggu (22/11/2020). (tim)


Tiba di lokasi ini, wisatawan akan disuguhkan suasana tempo dulu.

Tim Famtrip Media disambut pemilik destinasi Kampoeng Tige Urang, H Herri Thalib.

Menurut Herri, lokasi ini  menggabungkan konsep tiga suku yakni suku darat, suku laut dan suku melayu.

Makanya lokasi wisata ini dinamakan  Kampung Tige Orang. Sekarang Kampoeng Tige Oerang telah disulap menjadi tempat wisata religi, budaya dan pendidikan.

Di kawasan ini juga berdiri sebuah Masjid Kayu. Bahkan bangunan Masjid Kayu ini sudah lebih dahulu menghuni lokasi destinasi.

Masjid Kayu dibangun pada tahun 2012 lalu. Seiring waktu di kawasan ini bertambah bangunan dan ornamen-ornamen bercirikan khas Budaya Melayu.

Di Kampoeng Tige Urang ini, terlihat pemilik destinasi sudah menerapkan protokol kesehatan, diantaranya wajib memakai masker, setiap tamu harus cuci tangan, dan para peengunjung diminta untuk tetap menjaga jarak.

Puri Tri Agung

Tim Famtrip Media 2020 berada di Puri Tri Agung Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Babel, Minggu (22/11/2020). (tim)


Usai mengunjungi Kampoeng Tige Urang, Tim Famtrip Media meluncur ke lokasi kedua yakni Puri Tri Agung.

Puri Tri Agung yang berada di jalur lintas timur Bangka, berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau sekitar 10 kilometer dari Kota Sungailiat sebagai ibu kota Kabupaten Bangka.

Puri Tri Agung ini berada di gugusan perbukitan yang menghadap langsung ke Laut China Selatan.

Saat tiba di lokasi ini, Tim Famtrip Media bisa mendapatkan suasana yang tenang dan damai.

Pasalnya objek wisata ini juga menjadi tempat ibadah umat Budha di Pulau Bangaka.

Puri Tri Agung memiliki segudang pesona ornamen unik mewarnai tempat ibadah ini.

Bangunan Puri Tri Agung yang megah menghadap ke Laut Tiongkok Selatan ini melambangkan tiga ajaran Tri Darma, yang terdiri dari aliran Konfutse, Budhisme, dan Taoisme.

Bangunan itu berbentuk bulat dengan tinggi hampir 30 meter. Halaman yang sangat luas membuat pengunjung meraa leluasa menikmati indahnya pemandangan ke laut lepas.

Bagi wisatawan yang suka berswafoto, mereka bisa leluasa menjadikan bangunan puri, patung Buddha hingga pemandangan laut lepas sebagai latar foto.

Sayangnya, karena pandemi covid-19 ini, para pengunjung tidak ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

Saat belum ada covid-19, pengunjung perhari bisa mencapai ratusan. Bahkan pada hari libur, pengunjung bisa mencapai ribuan.

Namun yang terjadi selama pandemi ini, pengunjung berkurang drastis, bahkan perhari hanya puluhan pengunjung saja yang datang. Itupun waktu pengunjung dibatasi hingga setengah hari. 

Hanya saja, pantauan Tim Famtrip Media di kawasan destinasi, terlihat sosialisasi protokol kesehatan terpasang baik di beberapa sudut destinasi.

Tempat cuci tangan juga terlihat terpasang di pintu masuk lokasi destinasi wisata.

Kini Puri Tri Agung siap menunggu kedatangan wisatawan, untuk menikmati keindahan yang berbungkus kedamaian di destinasi wisata ini.

Pantai Tikus Emas

Tim Famtrip Media 2020 berada di Pantai Tikus Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Babel, Minggu (22/11/2020). (tim)


Berjarak hanya sekitar tiga kilometer saja dari Puri Tri Agung, Tim Famtrip Media berlanjut menuju ke Pantai Tikus Emas.

Di pantai ini Tim Famtrip Media disuguhkan hamparan pasir putih dan deburan ombak Pantai Tikus Emas.

Selain punya nama yang cukup unik, destinasi wisata ini menawarkan panorama luar biasa indah. Tak percaya? Yuk, ke sini!

Pantai Tikus Emas berada di kawasan Sungailiat Kabupaten Bangka. Jarak lokasi ini sekitar 43 kilometer dari Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Jika menggunakan kendaraan motor atau mobil, jarak ke pantai Tikus bisa ditempuh kurang lebih 60 menit saja.

Tiba di Pantai Tikus Emas, Tim Media Famtrip disambut air yang berwana biru kehijauan dan hamparan pasir putih yang luas.

Pantai Tikus Emas mulai terkenal sejak tiga tahun terakhir ini. Selaian karena keindahannya, pantai ini juga mudah dijangkau.

Mengapa pantai ini dikenal dengan nama Tikus Emas? Belum ada cerita yang pasti, mengapa kawasan ini disebut Tikus Emas.

Yang ada hanyalah di tengah-tengah kawasan pantai ini berdiri tegak patung Tikus Emas.

Selain menjadi ciri atau pertanda pantai ini, Patung Tikus Emas juga menjadi lokasi paling banyak dijadikan tempat berswafoto para wisatawan.

Untuk masuk ke pantai Tikus Emas cukup membayar Rp 5.000 perorang. Murah bukan?

Di sepanjang garis pantai, tumbuh hamparan pepohonan pinus. Pohon yang memang sengaja ditanam dan ditata ini memberikan keteduhan optimal kepada para pengunjung.

Para wisatawan juga bisa mencoba sensasi seru bersantai sambil berbaring di atas hammock. Dijamin bakal senanga dan bahagiah.

Selain alamnya yang sempurna, di kawasn Pantai Tikus ini, para wisatawan bisa menikmati aneka fasilitas seru seperti voli pantai, rumah makan, flying fox, all terrain vehicle (ATV), jet ski, banana boat, hingga penyewaan tenda.

Yuk tunggu apalagi. Dijamin liburan Anda bakal seru dan menyenangkan.

Kebun Bunga Celosia Garden Ake


Puas menikmati hijaunya pohon pinus dan hamparan pasir putih di kawasan Pantai Tikus Emas, Tim Famtrip Media bergerak ke lokasi Kebun Bunga Celosia Garden Ake.

Sepanjang Oktober hingga pertengahan November 2020, lokasi ini menjadi objek wisata viral.

Jagat raya media sosial, seperti facebook dan instagram diisi oleh keindahan warna warni Kebun Bunga Celosia Garden Ake.

Apalagi lokasi ini juga terbilang dekat dari Kota Sungailiat Kabupaten Bangka.

Hanya berjarak sekitar 7 kilomter saja atau jika menggunakan kendaraan motor hanya 10 menit sudah sampai di Kebun Bunga milik Panjuri ini.

Alamat kebun bunga ini tepatnya  di Dusun Ake Desa Sinar Baru Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Hanya sayangnya, saat Tim Famtrip Media mengunjungi lokasi ini pada Minggu (22/11/2020), hamparan Bunga Celosia dan bunga lainnya sudah hampir punah.

Kemegahan dan keindahan kebun bunga yang dilihat pada bulan Oktober 2020 lalu, kini tidak terlihat lagi, karena bunga yang sudah mekar satu bulan lalu sebagian besar telah mati dan layu.

Meski demikian, para pengunjung masih ada yang mendatangi lokasi ini.

Memang tidak seramai bulan Oktober 2020, namun cukuplah untuk mengingatkan bahwa di lokasi ini pernah ada kebun bunga, yang disebut-sebut para nitizen mirip lokasi Eropa.

Pantai Tongaci


Tim Famtrip Media 2020 berada di De Locomotief Pantai Tongaci Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Babel, Minggu (22/11/2020). (tim)

Setelah sempat makan siang di Telaga Emas, dan beristirahat sejenak di lokasi Pemancingan ikan yang berdampingan dengan restoran dan cafe ini, Tim Famtrip Media melanjutkan kunjungan ke Pantai Tongaci.

Letak Telaga Emas, Kebun Bunga Celosia Garden Ake dan Pantai Tongaci ini masih berada di Kabupaten Bangka.

Jarak ketiga lokasi ini cukup berdekatan serta mudah dijangkau menggunakan bus tarvel yang membawa Tim Famtrip Media 2020.

Pantai Tongaci. Pantai ini terkenal sebagai pantai yang bersih dengan pasir pantai putih.

Terletak lebih dekat dengan Kota Sungailiat Kabupaten Bangka. Jarak dari pusat Kota Sungailiat hanya sekitar 3 kilometer saja.

Cukup membayar Rp 5000 perorang, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan Pantai Tongaci dan melihat langsung penangkaran penyu yang sudah langkah di sini.

Sedikitnya ada dua jenis Penyu langkah di lokasi penangkaran ini, yakni Penyu Hijau dan Penyu Belimbing yang sudah terancam punah.

Pantai ini yang dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB ini, tidak hanya menawarkan panorama pantai yang sangat indah dan menawan dengan hamparan pasir putih bersih.

Ternyata  air laut yang jernih bagaikan kristal menjadi salah satu pilihan untuk menyegarkan pikiran di lokasi ini.

Keindahan Tongaci bertambah, saat menuju jalan masuk sekitar pantai terdapat berbagai hiasan payung-payung aneka warna yang tergantung bebas.

Tidak jauh dari lokasi penangkaran Penyu, wisatawan bisa datang ke museum barang-barang antik dan pasar seni yang sengaja menjadi pelengkap sajian di Pantai Tongaci.

Pantai Tongaci terletak di Jalan Laut Kampung Pasir Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Jika wisatawan berangkat dari pusat Kota Pangkalpinang, maka waktu yang dibutuhkan sekitar 60 menit saja.

Apalagi jalan menuju ke lokasi ini sudah beraspal mulus, sehingga tidak ada alasan wisatawan untuk mampir ke lokasi yang indah ini.

Sehingga wajarlah, jika Pantai Tongaci ini menjadi salah satu agenda wisata yang selalu menjadi pilihan para wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Bangka.

Hanya saja, selama pandemi covid-19 yang telah berlangsung lebih dari enam bulan ini, Pantai Tongaci juga terkena imbasnya.

Pengunjung yang sebelumnya bisa berjumlah ribuan orang perhari, saat ini hanya puluhan saja yang terlihat menikmati indahnya pantai ini.

Harapannya, seiring dengan new normal yang sedang disosialisasikan pemerintah, pantai ini juga akan kembali mendapat banyak kunjungan wisatawan.

Saat ini, mulai dipintu masuk hingga di dalam kawasan pantai, pemberitahuan dan sosialisasi tentang protokol kesehatan terpasang rapi.

Pihak pengelolah tampaknya sadar, bahwa keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah nomor satu.

Sehingga protokol kesehatan juga menjadi perhatian utama pengelolah untuk diterapkan kepada para pengunjung.

Kemenparekraf Simulasikan CHSE


Kunjungan Tim Famtrip Media 2020 ini tidak hanya ingin menikmati keindahan sejumlah destinasi wisata di Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ternyata ada misi yang lebih utama, yakni ikut mensosialisasikan program Clean, Health, Safety & Environment (CHSE), yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia meliputi  kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Koordinator Pengembangan Jejaring dan Kapasitas Wisata MICE, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Titik Lestari, menjelaskan bahwa  saat ini pihaknya telah menyusun rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan
kelestarian lingkungan (CHSE) pada penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau MICE.

Panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan pada kegiatan MICE ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan MICE yang aturan teknis spesifiknya akan disesuaikan dengan panduan yang dibuat oleh Asosiasi dan Industri MICE sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Diakui Titik panduan ini merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Protokol kesehatan Covid-19, kata Titik harus dijalankan, bahkan sebelumnya wisatawan harus memastikan kondisi kesehatannya cukup baik.

"Semoga dengan pandemi yang sedang kita alami ini, kita bisa lebih baik lagi untuk melaksanakan kebersihan minimal terhadap diri sendiri. Dan setiap destinasi wisata diharapkan untuk memiliki standar protokol kesehatan," katanya.

Menurut Titik dengan telah diterapkannya protokol kesehatan di setiap tempat wisata, diharapkan wisatawan yang akan berkunjung dapat merasa aman dan nyaman.

Dengan demikian sektor wisata kita sudah siap dan mampu bangkit kembali untuk memacu pertumbuhan dan kreativitas yang lebih baik dari sebelumnya.

Untuk tempat wisata di Bangka Belitung, khususnya di Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah, diakui Titik sepanjang pengamatan pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan, yaitu telah menyediakan tempat cuci tangan, serta mewajibkan pengunjung menggunakan masker.

"Kita melihat tempat wisata di Bangka Belitung sudah siap dikunjungi wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar daerah," tukasnya. (BBR)

Laporan: @hada