Giliran Buni Yani Masuk Penjara 1 Februari

kasmirudin
Giliran Buni Yani Masuk Penjara 1 Februari
Buni Yani

JAKARTA,BABELREVIEW.CO.ID -- Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Buni Yani menghadiri acara ‘Solidaritas Ahmad Dhani’ yang digelar di kantor DPP Partai Gerindra, Jalan RM. Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Buni Yani mengaku sudah mendapatkan surat penggilan dari Kejaksaan Negeri Depok bahwa dirinya akan segera ditahan.

“Dua hari yang lalu saya sudah mendapatkan panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok, akan dilakukan eksekusi. Saya masuk penjara tanggal 1 Februari hari Jumat lusa,” kata Buni Yani seperti dilansir poskotanews.

Dia juga sudah mengantongi salinan putusan dari Mahkamah Agung yang menolak kasasi dirinya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sudah inkrah dan hari ini saya mendapatkan salinan dari Mahkamah Agung yang mengatakan ada dua keputusannya bahwa satu kasasi saya ditolak dan kasasi itu JPU karena dua-duanya mengajukan kasasi, itu ditolak, jadi dua-duanya ditolak. Dan yang kedua membayar Rp 2.500 rupiah untuk membayar perkara,” ujar Buni Yani.

Seperti diketahui, amar putusan telah diunggah oleh Mahkamah Agung dengan nomor perkara 1712 K/PID.SUS/2018 yang menyatakan terdakwa Buni Yani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik.

Buni Yani ditetapkan bersalah karena terbukti menyebarkan ujaran provokasi melalui akun Facebook. Dia diketahui mengunggah sebuah video berisi pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan durasi 31 detik.

Bersama unggahan video itu, Buni Yani menambahkan narasi kalimat yang dinilai provokatif. Akun Facebook bernama Buni Yani lantas menjadi bukti yang menguatkan hakim memutuskan hukum pidana. Buni Yani dijerat dengan Pasal 32 ayat 1 UU ITE dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. (BBR)


Penulis : BBR            
Editor   : Kasmir
Sumber : Babelreview